hello.. kali ini saya mendapat tugas kembali dari dosen mata kuliah manajemen umum untuk membuat sistem perencanaan. Saya mengambil sistem perencanaan keamanan sistem informasi akuntansi.
KEAMANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
BAB 1
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Pada era informasi dan globalisasi menyebabkan lingkungan bisnis
mengalami perubahan yang sangat pesat dengan tingkat persaingan ketat. Oleh
karena itu perusahaan-perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan
operasionalnya secara efektif dan efisien umtuk mempertahankan eksistensinya,
sehingga pengetahuan merupakan kekuatan yang sangat penting untuk membantu
manajer dalam pengambilan keputusan. Informasi yang berkualitas yaitu informasi
yang akurat, relevan, dan tepat waktu sehingga keputusan bisnis yang tepat
dapat dibuat yang disesuaikan dengan sistem informasi yang diterapkan di
masing-masing perusahaan. Dengan demikian, pengelolaan sistem informasi merupakan
hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Sistem Informasi juga diperlukan dalam pengadaan bahan baku untuk
kelancaran proses pembelian bahan baku dari pemasok serta kepada pembeli.
Prosedur pembelian bahan baku melibatkan beberapa bagian dalam perusahaan
dengan maksud agar pelaksanaan pembelian bahan baku dapat diawasi dengan baik.
Salah satu penyebab terjadinya kekacauan-kekacauan dalam prosedur pembelian
bahan baku adalah mahalnya pengendalian intern pada sistem dan prosedur yang
mengatur suatu transaksi. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka setiap
perusahaan perlu menyusun suatu sistem dan prosedur yang dapat menciptakan
pengendalian intern yang baik dalam mengatur pelaksanaan transaksi perusahaan.
Bagi perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur, sistem
informasi produksi yang efektif merupakan suatu keharusan dan tidak lepas dari
persoalan persediaan bahan baku, karena sebagian besar modal perusahaan terikat
pada proses produksi perusahaan tersebut. Dengan adanya sistem informasi yang efektif,
maka kekacauan-kekacauan yang umum terjadi dalam bidang produksi seperti jadwal
produksi yang tidak realistis, pemborosan dan terjadinya kekurangan persediaan
yang terjadi selama proses produksi dapat dihindari dan ditangani.
Sampai saat ini, pengertian pengendalian intern telah dikemukakan
oleh banyak pihak. Dalam arti sempit, pengendalian intern didefinisikan sebagai
pengecekan untuk memeriksa kecermatan penjumlahan. Sedangkan dalam arti luas,
pengendalian intern adalah semua alat-alat yang digunakan oleh pimpinan
perusahaan untuk melakukan pengawasan. Sistem informasi produksi memfokuskan
pada aspek-aspek seperti: pemesanan, penyimpanan, dan ketersediaan bahan baku
dan perlengkapan produksi; penjadwalan mesin, fasilitas dan tenaga kerja untuk
memproses bahan baku menjadi bahan jadi; mendesain dan menguji produk dengan
jumlah sesuai rencana, kualitas yang baik dan biaya yang dianggarkan. Dengan
kata lain, sistem informasi produksi bertujuan mendukung fungsi produksi dan
operasi yang terdiri atas aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan
pengendalian produksi barang dan jasa.
Untuk mencapai tujuan perusahaan manajemen bertanggung jawab
terhadap praktek pembelian bahan baku dan produksi dalam perusahaan yang
dikelola dan harus secara terus-menerus mengawasi sistem pengendalian intern
yang sudah ditetapkan.
1.2
Tujuan
1. Untuk mengetahui sistem informasi
pembelian bahan baku
2. Untuk mengetahui apakah evaluasi
sistem informasi pembelian bahan baku dan produksi
sebagai penyedia
informasi untuk perencanaan dan pengendalian pembelian bahan baku.
1.3
Manfaat
1. Bagi Perusahaan
Untuk memberikan suatu gambaran yang jelas
akan pentingnya pengendalian intern dalam perusahaan, sehingga perusahaan dapat
melakukan evaluasi diri dan mengambil tindakan yang perlu untuk memperbaiki
sistem pengendalian intern yang ada saat ini.
2. Bagi Pembaca
Untuk digunakan sebagai bahan kajian ataupun study
komparatif dalam mengevaluasi sistem pengendalian intern perusahaan pada
umumnya. Melalui penelitian ini diharapkan pembaca dapat memperoleh masukan
yang berarti dalam mengimplementasikan sistem pengendalian serta
masalah-masalah yang mungkin akan dihadapi.
3. Bagi Ilmu Pengetahuan,
Khususnya dalam bidang akuntansi agar menambah
perbendaharaan karya ilmiah, khususnya mengenai aspek pengendalian, dengan
harapan akan bermanfaat sebagai bahan masukan berupa studi kasus yang dapat
dipelajari dan dipahami.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard
dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya
seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi
informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu
komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan
komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan
kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan
pihak-pihak dalam (terutama manajemen )
Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi
akuntansi:
1. Sistem informasi akuntansi yang
disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus
menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat
memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..
2. Sistem informasi yang disusun
harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga
keamanan harta milik perusahaan.
3. Sistem informasi akuntansi yang
disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti
bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi
akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.
1. SIA : menggunakan sistem
pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi,
yang mempengaruhi status finansial organisasi.
2. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporanhistoris dari
semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar.
3. Sistem ini membuat berbagai report seperti laporan
keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran
finansial dari organisasi
Ciri dalam transaksi SIA :
1. Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan
membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
2. Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta
prosedur error-
checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
3. Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri)
transaksi
yg terjadi
4. Beberapa menggunakan
aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan
dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran
Sistem adalah suatu sekumpulan elemen
atau unsur yang saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama.
Keamanan adalah suatu kondisi yang
terbebas dari resiko.
Komputer adalah suatu perangkat yang
terdiri dari software dan hardware serta dikendalikan oleh brainware (manusia).
Dan jika ketiga kata ini dirangkai maka akan memiliki arti suatu sistem yang
mengkondisikan komputer terhindar dari berbagai resiko.
Selain itu, sistem keamanan
komputer bisa juga berarti suatu cabang teknologi yang dikenal dengan
nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran
keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap
pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan
dalam kebijakan keamanan.
Menurut John D. Howard
dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet” menyatakan
bahwa : Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari serangan pengguna
komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung jawab.
Sedangkan menurut Gollmann pada tahun 1999
dalam bukunya “Computer Security” menyatakan bahwa : Keamanan komputer adalah
berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu
yang tidak dikenali dalam system komputer. Dalam keamanan sistem komputer yang
perlu kita lakukan adalah untuk mempersulit orang lain mengganggu sistem
yang kita pakai, baik kita menggunakan komputer yang sifatnya sendiri,
jaringan local maupun jaringan global. Harus dipastikan system bisa berjalan
dengan baik dan kondusif, selain itu program aplikasinya masih bisa dipakai
tanpa ada masalah.
Beberapa hal yang menjadikan kejahatan komputer terus
terjadi dan cenderung meningkat adalah sebagai berikut :
- Meningkatnya pengguna komputer dan internet
- Banyaknya software yang pada awalnya digunakan untuk melakukan audit sebuah system dengan cara mencari kelemahan dan celah yang mungkin disalahgunakan untuk melakukan scanning system orang lain.
- Banyaknya software-software untuk melakukan penyusupan yang tersedia di Internet dan bisa di download secara gratis.
- Meningkatnya kemampuan pengguna komputer dan internet
- Desentralisasi server sehingga lebih banyak system yang harus ditangani, sementara SDM terbatas.
- Kurangnya hukum yang mengatur kejahatan komputer.
- Semakin banyaknya perusahaan yang menghubungkan jaringan LAN mereka ke Internet.
- Meningkatnya aplikasi bisnis yang menggunakan internet.
- Banyaknya software yang mempunyai kelemahan (bugs).
Ada beberapa hal yang bisa menjawab diperlukannya
pengamanan sistem komputer, antara lain :
Menghindari resiko penyusupan, harus dipastikan bahwa
system tidak ada penyusup yang bisa membaca, menulis dan menjalankan
program-program yang bisa mengganggu atau menghancurkan system.
- Mengurangi resiko ancaman, hal ini biasa berlaku di institusi dan perusahaan swasta. Ada beberapa macam penyusup yang bisa menyerang system yang dimiliki, antara lain :
- Ingin Tahu, jenis penyusup ini pada dasarnya tertarik menemukan jenis system yang digunakan.
- Perusak, jenis penyusup ini ingin merusak system yang digunakan atau mengubah tampilan layar yang dibuat.
- Menyusup untuk popularitas, penyusup ini menggunakan system untuk mencapai popularitas dia sendiri, semakin tinggi system keamanan yang kita buat, semakin membuatnya penasaran. Jika dia berhasil masuk ke sistem kita maka ini menjadi sarana baginya untuk mempromosikan diri.
- Pesaing, penyusup ini lebih tertarik pada data yang ada dalam system yang kita miliki, karena dia menganggap kita memiliki sesuatu yang dapat menguntungkannya secara finansial atau malah merugikannya (penyusup).
- Melindungi system dari kerentanan, kerentanan akan menjadikan system berpotensi untuk memberikan akses yang tidak diizinkan bagi orang lain yang tidak berhak.
- Melindungi system dari gangguan alam seperti petir dan lain-lainnya.
2.2 Subsistem sistem informasi
akuntansi
Subsistem sistem
informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
1. Sistem Pengeluaran
(expenditure system)
Segala
peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang
diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari
luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
2. Sistem Pendapatan
(revenue system)
Berhubungan
dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada
konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
3. Sistem Produksi
(production systeme)
Berhubungan
dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber
ekonomi.
4. Sistem Manajemen
Sumber Daya (resources management system)
Meliputi peristiwa-peristiwa
yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi
dan aktiva tetap (fasilitas).
5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial
accounting)
2.3
Manfaat sistem informasi akuntansi
• Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama
• Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama
pada value chain secara efektif dan efisien.
• Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
• Meningkatkan efisiensi
• Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
• Meningkatkan sharing knowledge
• menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
• Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
• Meningkatkan efisiensi
• Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
• Meningkatkan sharing knowledge
• menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
Dan juga memiliki tujuan :
1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to
Support the –day-to-day operations).
2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to
support decision making by internal decision makers).
3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan
pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).
2.4
Keamanan Komputer
Sistem Keamanan Komputer merupakan subsitem organisasi yang mengendalaikan resiko-resiko khusus yang berkaitan dengan informasi berdasar computer. Elemen sistem keamanan computer seperi hardware, database, prosedur dan laporan. Siklus hidup sistem keamanan computer . Sistem keamanan computer merupakan sistem informasi pengembangannya memerlukan aplikasi pendekatan siklus hidup yang meliputi analisis sistem, perancangan, implementasi, pengoprasian, evaluasi pengendalian.
- Analis sistem : analis sistem kerentanan sistem
informasi dalam konteks hambatan yang releven dan kemungkinan yang timbul.
- Perancangan sistem : untuk mengendlikan kemungkinan
kerugian.
- Implementasi sistem : pengukuran keamanan untuk
mencegah kerugian, dan rencana untuk mengatasi kerugian.
- Pengoprasian, Evaluasi dan Pengendalian : Operasi
sistem dan menilai efektifitas dan evesiensinya.
2.4.1 Sistem Keamanan dalam Organisasi
2.4.1 Sistem Keamanan dalam Organisasi
Jika sistem keamanan computer ingin efektif, harus dikendalikan oleh Chief Security Officer (CSO) yang bertanggung jawab kepada dewan komisaris. Tugas utama CSO adalah menyajikan laporan kepada dewan komisaris. Laporan ini mencakup setiap tahap dalam siklus hidup. Tahap siklus hidup Laporan Dewan Kepada Komisaris Analisis Sistem Ikhtisar seluruh kemungkinan kerugian yang relevan. Perancangan sistem Rencana rinci untuk pengendalian dan pengorganisasian kerugian-kerugian, termasuk anggaran sistem keamanan computer yang lengkap. Implementasi operasi, evaluasi, dan pengendalian sistem Kekhususan pada kinerja sistem keamanan computer, termasuk pengelompokan kerugian dan pelanggaran keramanan, analisis ketaatan, dan biaya operasi sistem keamanan.
2.4.2
Analisis
keretanan dan hambatan-hambatan terdapat dua pendekatan
1.
Pendekatan kuantitatif penilaian resiko,
dimana setiap kemungkinan kerugian dihitung sesuai biaya individu dikalikan
dengan kemungkinan munculnya.
2.
Pendekatan kualitas, yang secara sederhana
mengurutkan kerentanan dan hambatan sistem, dan secara subyektif membuat
ranking berdasarkan kontribusi terhadap kemungkinan total kerugian perusahaan.
2.4.3
Kerentanan
dan hambatan-hambatan
1. Kerentanan adalah kelemahan dalam sistem.
2. Hambatan adalah eksploitsi potensial dan kerentanan.
Meliputi :
- Hambatan aktif : penggelapan terhadap
computer dan sabotase terhadap computer.
- Hambatan positif : Kesalahan-kesalahan sistem, termasuk gangguan alam. Kesehatan sistem
- Hambatan positif : Kesalahan-kesalahan sistem, termasuk gangguan alam. Kesehatan sistem
mewakili kegagalan peralatan komponen,
seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga dsb.
2.4.4 Istilah
Dalam Sistem Keamanan Komputer
- Hacker Adalah Orang yang Mempelajari, Menganalisis. Memodifikasi, Menerobos Masuk ke dalam sistem dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau motivasi oleh tantangan. Contohnya adalahh Pembobolan situs KPU pada tahun 2004. Pada hari sabtu 17 April 2004, Dani Firmansyah, Konsultan Teknologi Informasi (IT) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama unik seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani mengunakan teknik SQL Injeksion untuk menjebol situs KPU.
- Cracker Adalah Sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat Destrultif, biasanya di jaringan komputer, mem-Baypass Password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (Merubah Halaman Muka Web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat atau karena sebab lainnya karna ada tantangan. Beberapa proses Pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem. Beberapa contoh tindakan cracker yang di anggap merugikan penguna internet lainnya antara lain dilumpuhkannya beberapa situs besar seperti Yahoo.com, eBay.com, Amazon.com, CCN.com, MSN.com dengan teknik DDOS (Distributed Denial of Service).
- White Hat Hacker adalah istilah Teknologi komputer dalam bahasa inggris yang mengacu kepada peretas yang secara etis menunjukan suatu kelemahan dalam sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih mengfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem.
- Black Hat Hacker adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada para peretas yang menerobos keamanan sistem komputer tanpa izin, umumnya dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut.
- Script Kiddies adalah orang yang menemukan kekurangan (bug) dalam suatu sistem melalui program-program yang telah ada yang diciptakan oleh orang lain. Mereka menemukan bug sistem bukan dari hasil analisa sistem mereka.
- Elite yang merupakan salah satu tingkatan hacker yang mengerti sistem luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.
- Vulnerable adalah suatu kelemahan yang mengancam nilai integrity, confidentiality dan availability dari suatu asset. Vulnerable tidak hanya berupa software bugs atau kelemahan security jaringan. Namun kelemahan seperti pegawai yang tidak ditraining, dokumentasi yang tidak tersedia maupun prosedur yang tidak dijalankan dengan benar. contohnya yaitu : Software Bugs.
2.4.5 Aspek-aspek Keamanan Komputer
Inti dari keamanan komputer adalah melindungi komputer dan jaringannya
dengan tujuan mengamankan informasi yang berada di dalamnya. Keamanan komputer
sendiri meliputi beberapa aspek , antara lain :
Privacy : adalah sesuatu yang bersifat rahasia
(private). Intinya adalah pencegahan agar informasi tersebut tidak diakses oleh
orang yang tidak berhak. Contohnya adalah email atau file-file lain yang tidak
boleh dibaca orang lain meskipun oleh administrator.
Confidentiality : merupakan data yang diberikan ke pihak lain
untuk tujuan khusus tetapi tetap dijaga penyebarannya. Contohnya data yang
bersifat pribadi seperti : nama, alamat, no ktp, telpon dan sebagainya.
Integrity : penekanannya adalah sebuah informasi tidak
boleh diubah kecuali oleh pemilik informasi. Terkadang data yang telah
terenskripsipun tidak terjaga integritasnya karena ada kemungkinan chapertext
dari enkripsi tersebut berubah. Contoh : Penyerangan Integritas ketika sebuah
email dikirimkan ditengah jalan disadap dan diganti isinya, sehingga email yang
sampai ketujuan sudah berubah.
Autentication
: ini akan dilakukan sewaktu user login dengan menggunakan nama user dan
passwordnya. Ini biasanya berhubungan dengan hak akses seseorang, apakah dia
pengakses yang sah atau tidak.
Availability : aspek ini berkaitan dengan apakah sebuah
data tersedia saat dibutuhkan/diperlukan. Apabila sebuah data atau informasi
terlalu ketat pengamanannya akan menyulitkan dalam akses data tersebut.
Disamping itu akses yang lambat juga menghambat terpenuhnya aspek availability.
Serangan yang sering dilakukan pada aspek ini adalah denial of service (DoS),
yaitu penggagalan service sewaktu adanya permintaan data sehingga komputer
tidak bisa melayaninya. Contoh lain dari denial of service ini adalah
mengirimkan request yang berlebihan sehingga menyebabkan komputer tidak bisa
lagi menampung beban tersebut dan akhirnya komputer down. Keamanan komputer
memberikan persyaratan terhadap komputer yang berbeda dari kebanyakan
persyaratan sistem karena sering kali berbentuk pembatasan terhadap apa yang
tidak boleh dilakukan komputer. Ini membuat keamanan komputer menjadi lebih
menantang karena sudah cukup sulit untuk membuat program komputer melakukan
segala apa yang sudah dirancang untuk dilakukan dengan benar. Persyaratan
negatif juga sukar untuk dipenuhi dan membutuhkan pengujian mendalam untuk verifikasinya,
yang tidak praktis bagi kebanyakan program komputer. Keamanan komputer
memberikan strategi teknis untuk mengubah persyaratan negatif menjadi aturan
positif yang dapat ditegakkan.
Pendekatan yang umum dilakukan untuk meningkatkan keamanan komputer antara
lain adalah dengan membatasi akses fisik terhadap komputer, menerapkan
mekanisme pada perangkat keras dan sistem operasi untuk keamanan komputer,
serta membuat strategi pemrograman untuk menghasilkan program komputer yang
dapat diandalkan.
Berikut ini
merupakan jenis ancaman Sistem Keamanan Komputer, yaitu :
-
Palmtop Viruses
– Viruses
Hoaxes
– Email Viruses
-
Viruses
– Internet
Worms – Trojan Horse
- Spyware
– Spam
Dan lain-lain..
2.4.6 Software
Keamanan Sistem
- Anti Virus Software
- Anti Spam Software
- Firewall
- Backup Resource
2.4.7
Kebijakan Sistem Keamanan Komputer Pengguna
- Jangan download executables file atau dokumen secara langsung dari Internet apabila anda ragu-ragu asal sumbernya.
- Jangan membuka semua jenis file yang mencurigakan dari Internet.
- Jangan install game atau screen saver yang bukan asli dari OS.
- Kirim file mencurigakan via email ke developer Antivirus untuk dicek.
- Simpan file dokumen dalam format RTF (Rich Text Format) bukan *.doc (Apabila anda merasa ada masalah pada program Office)
- Selektif dalam mendownload attachment file dalam email.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem
keamanan komputer bermanfaat menjaga suatu sistem komputer dari pengaksesan
seseorang yang tidak berhak. Sistem keamanan komputer semakin dibutuhkan
seiring dengan meningkatnya pengguna komputer saat ini. Selain itu makin
meningkatnya para pengguna yang menghubungkan jaringan LANnya ke internet,
namun tidak diimbangi dengan SDM yang dapat menjaga keamanan data dan infomasi
yang dimiliki. Sehingga keamanan data yang ada menjadi terancam untuk diakses
dari orang-orang yang tidak berhak. Keamanan komputer menjadi penting karena
ini terkait dengan Privacy, Integrity, Autentication, Confidentiality dan
Availability.
3.2
Daftar Pustaka