Kamis, 25 Juni 2015

Tugas softskill 4



PERBANDINGAN WEBSITE PEMERINTAH DAN WEBSITE SWASTA
Sekarang website merupakan sebuah enterprise kolaboratif dan kolektif yang terbuka. Ada sejumlah organisasi atau lembaga yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan internet serta menjadi guide atas perkembangan internet dan web. Evolusi organisasi pengelola Internet, mulai dari ARPANET Working Group hingga berkembang sampai saat ini ada IAB (Internet Architecture Board), IETF (Internet Engineering Task Force), IRTF (Internet Research Task Force) dan W3C (World Wide Web Consorcium). Berikut kajian singkat tentang organisasi-organisasi tersebut, khususnya yang masih aktif hingga saat ini.

1.     World Wide Web Consortium (W3C)
Awalnya dibentuk dari Laboratorium Ilmu Komputer MIT oleh Tim Berners-Lee dan Al-Vezza. W3C saat ini bertangggungjawab terhadap perkembangan dari berbagai protokol dan standar yang terkait dengan Web. Seperti misalnya standarisasi HTML, XML, XHTML dan CSS diatur oleh W3C. Saat ini W3C masih dipimpin oleh Berners-Lee.
2.  Internet Engineering Task Force (IETF)
Merupakan badan yang bertanggungjawab terhadap masalah teknis dari perkembangan teknologi internet. IETF bertugas mengkaji berbagai teknologi terkait untuk kemudian distandarkan menjadi sebuah request for comment (RFC). IETF fokus pada evolusi dari internet dan menjamin proses tersebut berjalan dengan smooth.
3.  Internet Architecture Board (IAB)
IAB bertanggung jawab dalam  mendefiniskan backbone internet

4.  Internet Society (ISOC)
Dibentuk dari berbagai organisasi, pemerintahan, non-profit, komunitas, akademisi maupun para professional. Kelompok ini bertanggungjawab dalam membuat kebijakan tentang internet, dan memantau lembaga lain seperti IETF.
5.  The Internet Assigned Authority (IANA) & Internet Network Information Center (InterNIC)
Kelompok ini bertanggung jawab terhadap alokasi alamat IP  dan nama domain.

Berikut ini perbandingan antara website pemerintah dan website swasta yaitu :
1)  Website Pemerintah
Website ini menggambarkan profil wilayah yang baik tapi menurut saya tidak terlalulengkap tetapi disana memiliki folder khusus untuk melihat potensi-potensi dan data data yang ada, tempat wisata juga sangat penting dan web ini mempunyai halaman khusu namun bagisaya seharusnya dilihatkan gambaran realistis untuk menunjukan apa saja tempat wisata yang berada disan bukan hanya sekedar nama atau alamat karena bagi saya gambar atau foto itu membuat masyarakat yang tidak tahu menjadi tertarik untuk mengunjungi tempat wisata.Dalam segi pelayanan web ini sangat kurang karena tidak adanya komunikasi 2 arah diantaranya halaman pelayanan disini kosong tidak adanya proses komunikasi yangdiharapkan mungkin kurangnya update dari pemerintah terkait serta kurangnya minatmasyarakat untuk mengakses website ini. Pemeberitaan yang lama membuat bosan dan kurang bobot dalam proses komunikasi.Demikian pengamatan saya dalam website pemerintah setiap perubahan pasti adaketidaksempurnaan begitu juga dengan pemerintah perubah-perubahan yang terjalan dengansedikit lebih baik merupakan upaya yang bagus, tetapi harus adanya perbaikan agar masyarakat lebih mengerti dan mengetahui pemimpinnya. pemerintah harus selalumengevaluasi dengan kondisi masyarakat yang seharusnya peduli terhadap wilayah tempattinggalnya.
Pada website pemerintah, saya akan membandingkan website partai yaitu Partai Demokrat (http://www.demokrat.or.id/) dan Partai Amanat Nasional (http://www.pan.or.id/).  Jika dilihat dari tampilan awal ketika anda melihat kedua website tersebut pertama-tama dapat dilihat perbedaan dari segi layout.
Dapat dilihat dari gamba diatas, jika Website dari Partai Demokrat lebih terlihat simple jika dibandingkan dengan Partai Amanat Nasional. Setiap orang pastinya memiliki pandangan masing-masing mengenai tampilan tersebut. Namun menurut saya, tampilan dari website Partai Demokrat lebih baik dibandingkan dengan website Partai Amanat Nasional (PAN), mengapa demikian? Karena menurut saya tampilan dari PAN terlalu ramai dengan warna-warna yang ada jika dibandingkan dengan Partai Demokrat. Ketika anda melihat website Partai Demokrat pada tulisan tidak terlihat padat, sedangkan website PAN terlihat sangat padat dengan tampilan-tampilan yang disisipkan dibeberapa bagian.
Pada segi fasilitas, menurut saya website Partai Demokrat lebih beragam dibandingkan dengan PAN. Jika melihat dari apa yang disuguhkan dari masing-masing website tersebut,  masing-masing memberikan sejarah dan profil mengenai partai-nya, visi-misi, susunan organisasi dan lain-lain. Pada website Partai Demokrat terdapat beberapa tambahan seperti berita-berita mengenai partai tersebut dan mengenai perkembangan-perkembangan pendidikan, partai, perekonomian, sosial, dan masih banyak lagi. Partai Demokrat juga memiliki fasilitas tambahan fasilitas online, seperti E-learning, KTA online, E-Oficce online, dan lain-lain dengan tujuan para anggota dapat dengan mudah mengakses urusan  mengenai partai dan mendapatkan informasi dengan mudah. Pada website PAN lebih menonjolkan berita yang ingin diangkat, seperti dapat dilihat pada gambar tersebut PAN lebih membicarakan tokoh-tokoh dari partainya.

2)  Website Swasta
Perusahaan yang memiliki web khusus menjadikan sebagai proses pengenalan kepada masyarakat untuk daya tarik produk yang mereka jual agar masyarakat lebih terbiasa dalam mengenal mereka. Tetapi memang di Indonesia ini masyarakat tertentu yang bisa mengakses web ini, tentunya mereka juga berperan penting dalam membangun negeri ini dengan juga menjadikan produk Indonesia terkenal di luar negeri.Misalnya website Indofood juga memiliki diagram untuk nilai tingkat saham, kondisi inimenekankan bahwa diperjelas oleh diagram san data statistik yang mumpuni. Perusaahaanterbeser di Indonesia ini tentunya dalam menjaga kondisi web mereka selalu update karenadisisi lain untuk komersial serta eksistensi mereka di dunia maya. PT. Indofood adalah salah satu perusahaan besar di Indonesia yang menjadikan makananinstan sebagai penjualannya. Dengan adanya situs Website terkait tentunya memudahkan masyarakat dalam mengetahui semua tentang perusahaan tersebut. Dengan mengamatiwebsite terkait saya menyimpulkan bahwa website ini sangat kreatif dan memilikikarakteristik berbeda. Mungkin sebagai perusahaan swsta yang memiliki SDM yang terpilihuntuk mengelola website ini memang handal dalam teknologi informasi. Prusahaan yang bergerak di bidang pangan ini memiliki web yang begitu update segala jenis pangan yang perusahaan itu jual memiliki identitas masing-masing. Selain itu, adanya halaman khususuntuk menarik para investor untuk membeli saham mereka saya simpulkan tidak terlaluistimewa karena mungkin terkait dengan strategi atau rahasia perusahaan yang menjadikansaham sebagai penjualan kepada investor lebih memilih dalam pendekatan yang lebih intensif kepada investor dan perusahaaan.
Pada swasta saya akan membandingkan website stasiun TV . Stasiun TV  yang akan saya bandingkan adalah stasiun SCTV (http://www.sctv.co.id/) dan Trans TV (http://www.transtv.co.id/). Dapat diketahui stasiun TV SCTV lebih dahulu dibandingkan Trans TV, namun saya ingin membandingkan kemajuan ataupun kelebihan dari website yang tersedia. Terkadang website juga dapat membantu para pemirsa mencari info mengenai layanan maupun tayangan yang akan ditayangkan.
Pada print screen tersebut dapat dilihat, bahwa tampilan dari website Trans TV lebih beragam dengan tayangan-tayangan yang disuguhkan oleh stasiun TV tersebut dengan sangat menarik dibandingkan website SCTV yang hanya menampilkan beberapa foto dari acara yang sedang dipromosikan pada stasiun TV tersebut. Dari sebi warna pun website Trans TV lebih beragam di bandingkan SCTV yang hanya menggunakan warna putih, biru, dan orange yang lebih dominan.
Tentunya dalam website kedua stasiun TV tersebut menyebutkan profil mengenai statsiun TV masing-masing, visi dan misi, bahkan acara-acara yang ada di stasiun TV tersebut. Namun menurut saya, website Trans TV lebih menarik dalam menampilkan profil acara yang ada bahkan saya sendiri merasa tertarik untuk mengunjungi website Trans TV dibandingkan website SCTV. Bagi saya dengan tampilan yang menarik dan suguhan gambar dari tayangan yang akan disuguhkan dapat memberi gambaran mengenai acara televisi itu sendiri.



Teori Kepemimpinan Dasar

Konsep Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalammemimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu.Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikanoleh Davis dan Newstrom (1995). Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpinsecara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenalsebagai gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin, pada dasarnyadapat diterangkan melalui tiga aliran teori berikut ini. Ditinjau dari sejarah perkembangannyadapat dikemukakan disini adanya tiga teori kepemimpinan:

Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpinditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar  pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil,sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yangdimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Ghizeli dan Stogdil:1.

Kecerdasan2.

Kemampuan mengawasi3.

Inisiatif 4.

Ketenangan diri5.

KepribadianWalaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain: terlalu bersifatdeskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat dianggap unggul dengan efektivitaskepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkannilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagaio rumusan sifat,ciri atau perangai pemimpin, justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
 
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilankepemimpinan organisasi, antara lain :

KecerdasanBerdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yangtinggi di atas kecerdasan rata
 – 
rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkatkecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.

Kedewasaan dan Keluasan Hubungan SosialUmumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupuneksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil.Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.

Motivasi Diri dan Dorongan BerprestasiSeorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi sertadorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerjayang optimal, efektif dan efisien.

Sikap Hubungan KemanusiaanAdanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnyamampu berpihak kepadanya.Kajian kepemimpinan pada mulanya didasarkan pada asumsi bahwa pemimpindilahirkan, tidak dibuat. Peneliti kemudian mengidentifikasi serangkaian pembawaan pemimpin yang membedakan dengan pengikutnya, serta pemimpin efektif dengan pemimpintidak efektif. Teori pembawaan kepemimpinan mencoba menjelaskan karakteristik khususkepemimpinan yang efektif. Peneliti menganalisis pembawaan fisik dan psikologis sertakualitas, seperti level kemampuan yang tinggi, keagresifan, kepercayaan pada diri sendiri,daya persuasif yang dimiliki dan kekuasaannya dalam mengidentifikasi serangkaian pembawaan yang dimiliki oleh pemimpin yang sukses. Dalam berbagai sumber dinyatakan bahwa, keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat dan perangai pemimpin tersebut.Sifat-sifat tersebut dapat berupa sifat fisik, sosial dan psikologis (
 Introducing LeadershipStudies
, 2001: 18; Leadership, 2001: 1; Sadler, 2001: 11).Atas dasar pemikiran di atas ada anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpinyang berhasil sangat ditentukan kemampuan pribadi pemimpin. Karena itu, timbul usaha dari para ahli untuk meneliti dan merinci kualitas seorang pemimpin yang berhasil melaksanakan
 
tugas kepemimpinannya, kemudian hasilnya diformulasikan ke dalam sifat-sifat umumseorang pemimpin. Usaha tersebut berkembang menjadi teori kepemimpinan yang disebut
“teori sifat kepemimpinan” (Robbins, at.al., 1994: 469)
.


Tugas softskill 3



Wewenang dalam organisasi
            Wewenang merupakan syaraf yang berfungsi sebagai penggerak dari pada kegiatan – kegiatan. Wewenang yang bersifat informal, untuk emdapatkan kerjasama yang baik dengan bawahan. Disamping itu wewenang juga tergantung pada kemampian ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan. Wewenang berfungsi untuk menjalankan kegiatan yang ada dalam organisasi. Wewenang dapat diartikan sebagai hak untuk memerintah orang lain untuk melakukan  sesuatu agar tujuan dpat tercapai.
Wewenang lini, staf dan fungsional
1.      Wewenang lini
Dimiliki oleh manajer lini yang mengambil kepututsan untuk mencapai tujuan organisasi secara langsung. Dalam badan organisasi, wewenang lini digambarkan oleh garis yang menghubungkan manajemen puncak sampai ke manajemen tingkat bawah
2.      Wewenang staff
Dilakukan oleh orang atau kelompok orang yang memberikan jasa atau nasihat kepada manajer lini. Staff ahli biasanya merupakan istilah yang menggambarkan posisi tersebut. Staff ahli memberikan nasihat berdasrkan keahlian, pengalaman, atau riset dan analisis yang diperlukan termasuk bantuan pelaksanaan kebijakan monitor dan pengendalian.
3.      Wewenang fungsional
Kadang organisasi mempunyai manajer atau departemen yang mempunyai wewenang dan fungsional fungsi keunagan dan akuntansi sering diberikan wewenang fungsional.
Delegasi wewenang
            Dapat diartikan sebagai penugasan wewenang dan tanggung jawab formal organisasi kepada orang lain, dalam hal ini karyawan. Wewenang dapat dielegasikan sesuai dengan prinsip scalar manajemen klasik, yang menyatakan bahwa garis wewenang harus ditetapkan dengan jelas dari manajemen puncak sampai karyawan paling bawah. Delegasi wewenang bukan merupakan pelepasan tanggung jawab.
Keuntungan dan halangan delegasi wewenang
            Delegasi wewenang memungkinkan manajer menyelesaikna lebih banyak pekerjaan daripada kalau semuanya dikerjakan sendiri. Kadang bawaham mempunyai keahlian yang lebih dibandingkan dengan manajer untuk hal – hal tertentu. Beberapa manajer kadang enggan mendelagasikan wewenang karena :
1.      Tidak yakin akan kemampuan bawahan
2.      Merasa mampu mengerjakan sendiri
3.      Tidak efesien untuk mengajari bawahan melakukan tugas
4.      Takut wewenangnya akan berkurang atau takut kalau bawahannya dapat melakukan tugas
5.      Labih baik dibandingkan dirinya

Karyawan kadang engga menerima delegasi wewenagn karena beberapa alasan :
1.      Takut gagal
2.      Merasa tidak ada penghargaan untuk kerja uang akan dilakukannya atau tidak mau menanggung resiko
3.      Semua resiko diserahkan atau ditanggung oleh manajer

Delegasi wewenang yang efektif
1.      Memutuskan pekerjaan mana yang akan didelegasikan karena tidak semua pekerjaan dapat didelegasikan
2.      Memutuskan siapa yang akan memperoleh penugasan dengan beberapa pertimbangan waktu yang dipunyai karyawan kemampuan yang dimiliki karyawan dan kesempatan yang akan dimanfaatkan oleh karyawan
3.      Mendelegasikan tugas disettai dengan informasi dan pemberian wewenang yang cukup dan bentuk hasil yang diharapkan
4.      Menetapkan feedback untuk memonotir kemajuan yang dicapai oleh bawahan
pengertian kekuasaan
orang-orang yang berada pad pucuk pimpinan suatu organisasi seperti manajer, direktur, kepala dan sebagainya, ( memiliki kekuasaan power) dalam konteks mempengaruhi perilaku orang-orang yang secara struktural organisator berada di bawahnya. Sebagian pimpinan menggunakan kekuasaan dengan efektif, sehingga mampu menumbuhkan motivasi bawahan untuk bekerja dan melaksanakan tugas dengan lebih baik. Namun, sebagian pimpinan lainnya tidak mampu memakai kekuasaan dengan efektif, sehingga aktivitas untuk melaksanakan pekerjaan dan tugas tidak dapat dilakukan dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya kita bahas secara terperinci tentang jenins-jenis kekuasaan yang sering digunakan dalam suatu organisasi.
Dalam pengertiannya, kekuasaan adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua atau lebih individu (a quality inherent in an interaction between two or more individuals). Jika setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan.

Sifat kekuasaan
1.      Kekuasaan bersifat positif
merupakan Kemampuan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada individu sebagai pemegang kekuasaan tertinggi yang dapat memengaruhi dan mengubah pemikiran orang lain atau kelompok untuk melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan dengan sungguh-sungguh dan atau bukan karena paksaan baik secara fisik maupun mental.

2.      Kekuasaan bersifat Negatif
Merupakan sifat atau watak dari seseorang yang bernuansa arogan, egois, serta apatis dalam memengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh pemegang kuasa dengan cara paksaan atau tekanan baik secara fisik maupun mental. Biasanya pemegang kekuasaan yang bersifat negatif ini tidak memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang baik,mereka hanya berfikir pendek dalam mengambil keputusan tanpa melakukan pemikiran yang tajam dalam mengambil suatu tindakan, bahkan mereka sendiri kadang-kadang tidak dapat menjalankan segala perintah yang mereka perintahkan kepada orang atau kelompok yang berada di bawah kekuasannya karena keterbatasan daya pikir tadi.
biasanya kekuasaan dengan karakter negatif tersebut hanya mencari keuntungan pribadi atau golongan di atas kekuasannya itu. karena mereka tidak memiliki kemampuan atau modal apapun selain kekuasaan untuk menghasilkan apapun, dan para pemegang kekuasaan bersifat negatif tersbut biasanya tidak akan berlangsung lama karena tidak akan mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh rakyatnya.




Proses Pengambilan Keputusan


   Definisi proses pengambilan keputusan
Proses pengambilan keputusan merupakan tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan untuk mengambil keputusan, tahap-tahap ini merupakan keragka dasar sehingga setiap tahap dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa sub tahap disebut langkah yang lebih khusus atau spesifik dan lebih operasional.

Secara umum proses pengambilan keputusan terdiri atas 3 tahap, antara lain sebagai berikut :
Proses pengambilan keputusan terdiri dari 3 tahap yaitu penemuan masalah, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
a.    Penemuan masalah
Tahap ini merupakan tahap untuk mendefinisikan masalah dengan jelas, sehingga perbedaan antara masalah dan bukan bukan masalah ( misalnya isu) menjadi jelas. Sehingga masalah yang dihadapi dapat di cari model dan jalan keluar yang sesuai.
b.    Pemecahan Masalah
Tahap ini merupakan tahap penyelesaian terhadap masalah yang sudah ada atau sudah jelas. Langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut :
1)   Identifikasi alternatif-alternatif keputusan untuk memecahkan masalah
    2)   Perhitungan mengenai faktor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya atau di luar jangkauan manusia, identifikasi peristiwa-peristiwa di masa datang (state of nature)
    3)   Pembuatan alat (sarana) untuk mengevaluasi atau mengukur hasil, biasanya berbentuk tabel hasil (pay off table)
4)   Pemilihan dan penggunaan model pengambilan keputusan.
c.    Pengambilan keputusan
Keputusan yang diambil adalah berdasarkan pada keadaan lingkungan atau kondisi yang ada, seperti kondisi pasti, kondisi beresiko, kondisi tidak pasti, dan kondisi konflik.


Teknik-Teknik Pengambilan Keputusan yang dikemukakan oleh pakar, Siagian, S.P, antara lain :

1. Brainstorming
Jika sekelompok orang dalam suatu organisasi menghadapi suatu situasi problematic yang tidak terlalu rumit, dan dapat diidentifikasikan secara spesifik mereka mengadakan diskusi dimana setiap orang yang terlibat diharapkan turut serta memberikan pandangannya. Pada akhir diskusi berbagai pandangan yang dikemukakan dirangkum, sehingga kelompok mencapai suatu kesepakatan tentang cara-cara yang hendak ditempuh dalam mengatasi situasi problematic yang dihadapi. Penting diperhatikan dalam teknik ini yaitu:
- Gagasan yang aneh dan tidak masuk akal sekalipun dicatat secara teliti.
- Mengemukakan sebanyak mungkin pendapat dan gagasan karena kuantitas pandanganlah yang lebih diutamakan meskipun aspek kualitas tidak diabaikan.
- Pemimpin diskusi diharapkan tidak melakukan penilaian atas sesuatu pendapat atau gagasan yang dilontarkan, dan peserta lain diharapkan tidak menilai pendapat atau gagasan anggota kelompok lainnya.
- Para peserta diharapkan dapat memberikan sanggahan pendapat atau gagasan yang telah dikemukakan oleh orang lain.
- Semua pendapat atau gagasan yang dikemukakan kemudian dibahas hingga kelompok tiba pada suatu sintesis pendapat yang kemudian dituangkan dalam bentuk keputusan.

2.Synetics
Seorang diantara anggota kelompok peserta bertindak selaku pimpinan diskusi. Diantara para peserta ada seorang ahli dalam teori ilmiah pengambilan keputusan. Apakah ahli itu anggota organisasi atau tidak, tidak dipersoalkan. Pimpinan mengajak para peserta untuk mempelajari suatu situasi problematik secara menyeluruh. Kemudian masing-masing anggota kelompok mengetengahkan daya pikir kreatifnya tentang cara yang dipandang tepat untuk ditempuh. Selanjutnya pimpinan diskusi memilih hasil-hasil pemikiran tertentu yang dipandang bermanfaat dalam pemecahan masalah. Dan tenaga ahli menilai melakukan penilaian atas berbagai gagasan emosional dan tidak rasional yang telah disaring oleh pimpinan diskusi serta kemudian menggabungkannya dengan salah satu teori ilmiah pengambilan keputusan dan tindakan pelaksanaan yang diambil.

3. Consensus Thinking
Orang-orang yang terlibat dalam pemecahan masalah harus sepakat tentang hakikat, batasan dan dampak suatu situasi problematik yang dihadapi, sepakat pula tentang teknik dan model yang hendak digunakan untuk mengatasinya. Teknik ini efektif bila beberapa orang memiliki pengetahuan yang sejenis tentang permasalahan yang dihadapi dan tentang teknik pemecahan yang seyogyanya digunakan. Orang-orang diharapkan mengikuti suatu prosedur yang telah ditentukan sebelumnya. Kelompok biasanya melakukan uji coba terhadap langkah yang hendak ditempuh pada skala yang lebih kecil dari situasi problematik yang sebenarnya.

4. Delphi
Umumnya digunakan untuk mengambil keputusan meramal masa depan yang diperhitungkan akan dihadapi organisasi. Teknik ini sangat sesuai untuk kelompok pengambil keputusan yang tidak berada di satu tempat.
Pengambil keputusan menysun serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan suatu situasi peramalan dan menyampaikannya kepada sekelompok ahli. Para ahli tersebut ditugaskan untuk meramalkan, apakah suatu peristiwa dapat atau mungkin terjadi atau tidak. Jawaban dari anggota kelompok tadi dikumpulkan dan masing-masing anggota ahli mempelajari ramalan yang dibuat oleh masing-masing rekannya yang tidak pernah ditemuinya. Pada kesempatan berikutnya, rangkaian pertanyaan yang sama dikembalikan kepada para anggota kelompok dengan melampirkan jawaban yang telah diberikan oleh para anggota kelompok pada putaran pertama serta hal-hal yang dipandang sudah merupakan kesepakatan kelompok. Apabila pendapat seseorang ahli berbeda maka memberikan penjelasannya secara tertulis. Tiap-tiap jawaban diberikan kode tertentu sehingga tidak diketahui siapa yang memberikan jawaban. Jawaban tersebut di atas dilakukan dengan beberapa putaran. Pengedaran daftar pertanyaan dan analisa oleh beberapa ahli dihentikan apabila telah diperoleh bahan tentang ramalan kemungkinan terjadi sesuatu peristiwa di masa depan.

5. Fish bowling
Sekelompok pengambil keputusan duduk pada suatu lingkaran, dan di tengah lingkaran ditaruh sebuah kursi. Seseorang duduk di kursi tersebut hanya dialah yang boleh bicara untuk mengemukakan pendapat ide dan gagasan tentang suatu permasalahan. Para anggota lain mengajukan pertanyaan, pandangan dan pendapat. Apabila pandangan orang yang duduk di tengah tersebut telah dipahami oleh semua anggota kelompok dia meninggalkan kursi dan digantikan oleh orang yang lain untuk kesempatan yang sama. Setelah itu semua pandangan didiskusikan sampai ditemukan cara yang dipandang paling tepat.

6. Didactic interaction
Digunakan untuk suatu situasi yang memerlukan jawaban “ya” atau “tidak”. Dibentuk dua kelompok, dengan satu kelompok mengemukakan pendapat yang bermuara pada jawaban “ya” dan kelompok lainnya pada jawaban “tidak”. Semua ide yang dikemukakan baik pro maupun kontra dicatat dengan teliti. Kemudian kedua kelompok bertemu dan mendiskusikan hasil catatan yang telah dibuat. Pada tahap berikutnya terjadi pertukaran tempat. Kelompok yang tadinya mengemukakan pandangan pro beralih memainkan peranan dengan pandangan kontra.

7. Collective Bargaining
Dua pihak yang mempunyai pandangan berbeda bahkan bertolak belakang atas suatu masalah duduk di satu meja dengan saling menghadap. Masing-masing pihak datang dengan satu daftar keinginan atau tuntutan dengan didukung oleh berbagai data, informasi dan alasan-alasan yang diperhitungkan dapat memperkuat posisinya dalam proses tawar-menawar yang terjadi. Jika pada akhirnya ditemukan bahwa dukungan data dan informasi serta alasan-alasan yang dikemukakan oleh kedua belah pihak mempunyai persamaan, maka tidak terlalu sukar untuk mencapai kesepakatan. Tetapi sebaliknya, pertemuan berakhir tanpa hasil yang kemudian sering diikuti dengan timbulnya masalah yang lebih besar.




Apa itu One Way Traffic
komunkasi satu arah yang artinya komunikasi ini terjadi jika seseorang mengirim berita tidak bermaksud untuk menerima umpan balik (respon) dari orang yang menerimanya secara langsung. Jadi hanya bermaksud memberikan informasi atau menyampaikan perintah dari atasan untuk dikerjakan karyawan.
AB
A : Si pengirim berita
B : Si penerima berita

Hambatan – Hambatan Komunikasi

Komunikasi adalah suatu cara untuk menyampaikan informasi antara satu orang dengan orang yang lain. Sebagai makhluk sosial manusia pasti melakukan komunikasi agar dapat berinteraksi satu dengan lainnya, oleh karena itu komunikasi saat erat hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial.
  1. Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut:
a.       Hambatan Teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
b.      Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.
Hambatan semantik dibagi menjadi 3, diantaranya:
1.      Salah pengucapan kata atau istilah karena terlalu cepat berbicara.
contoh: partisipasi menjadi partisisapi.
2.      Adanya perbedaan makna dan pengertian pada kata-kata yang pengucapannya sama.
Contoh: bujang (Sunda: sudah; Sumatera: anak laki-laki).
3.      Adanya pengertian konotatif
Contoh: secara denotative, semua setuju bahwa anjing adalah binatang berbulu, berkaki empat. Sedangkan secara konotatif, banyak orang menganggap anjing sebagai binatang piaraan yang setia, bersahabat dan panjang ingatan.
Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yangdigunakannya.
c.       Hambatan Manusiawi
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.

  1. Ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1.      Mendengar.
Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2.      Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
3.      Menilai sumber.
Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4.      Persepsi yang berbeda.
Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5.      Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda.
Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6.      Sinyal nonverbal yang tidak konsisten.
Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7.      Pengaruh emosi.
Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8.      Gangguan.
Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
III.            Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi
1.      Membuat suatu pesan secara berhati-hati, tentukan maksud dan tujuan komunikasi serta komunikan yang akan dituju.
2.      Meminimalkan gangguan dalam proses komunikasi, komunikator harus berusahadapat membuat komunikan lebih mudah memusatkan perhatian pada pesan yang disampaikan sehingga penyampaian pesan dapat berlangsung tanpa gangguan yang berarti.
3.      Mempermudah upaya umpan balik antara si pengirim dan si penerima pesan, Cara dan waktu penyampaian dalam komunikasi harus direncanakan dengan baik agar mengahasilkan umpan balik dari komunikan sesuai harapan.

Hubungan komunikasi dalam koordinasi
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawsan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Di bawah ini ada beberapa pendapat yang mendefinisikan komunikasi secara terpisah di antaranya:
a. Keith Davis
Communication is the process of passing information and understanding from one person to another.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dan peengertian dari satu orang ke orang yang lain.
b. Chester I Barnard
Komunikasi adalah suatu alat dimana orang-orang yang bersangkutan saling berhubungan satu sama lain dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan umum.
c. Koontz O’Donnell
Komunikasi adalah sebagai suatu pemindahan informasi dari satu orang ke orang yang lain.
Dari ketiga pendapat di atas bisa disimpulkan bahwa di dalam komunikasi harus mencakup tiga hal penting agar komunikasi tersebut berhasil baik:

1. Harus ada si pembawa berita ata biasa disebut komunikator (sender).
2. Harus ada si penerima berita atau biasa disebut komunikan (receiver).
3. Berita atau informasi yang disampaikan.