Selasa, 22 Maret 2016

Tugas 2


Hak dan Kewajiban

1.    Pengertian Hak dan Kewajiban

          Hak adalah kekuasaan seseorang untuk melakukan sesuatu untuk melakukan sesuatu yang telah itentukan oleh undang-undang. Misalnya, hak mendapat pendidikan dasar, hak mendapat rasa aman.
Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dikerjakan. Misalnya, wajib mematuhi rambu-rambu lalulintas dan wajib membayar pajak.

          Orang yang mendiami wilayah suatu Negara, bisa jadi warga Negara tersebut atau warga Negara asing. Di Indonesia, misalnya, penduduk yang tinggal di wilayah Indonesia bias warga Negara Indonesia atau warga Negara asing yang memiliki kepentingan di Indonesia. Namun, mereka bukanlah warga Negara Indonesia. Jadi, tidak semua orang yang tinggal di wilayah suatu Negara adalah warga Negara tersebut .tentu saja Warga Negara Indonesia (WNI)dan Warga Negara Asing (WNA) memiliki hak dan kewajiban yang berbeda.

          Kewajiban merupakan hal yang harus dikerjakan atau dilaksanankan. Jika tidak dilaksanankan dapat mendatangkan sanksi bagi yang melanggarnya. Sedangkan hak adalah kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Namun, kekuasaan tersebut dibatasi oleh undang-undang. Pembatasan ini harus dilakukan agar pelaksanaan hak seseorang tidak sampai melanggar hak orang lain. Jadi pelaksanaan hak dan kewajiban haruslah seimbang.

          Dengan hak yang dimilikinya, seseorang dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan dan kepentingannya. Sebagai warga Negara, kita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Dengan pendidikan, kita akan mewujudkan cita-cita kita.

          Antara hak dan kewajiban harus berjalan seimbang. Artinya, kita tidak boleh terus menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban. Sebaliknya, Negara juga tidak boleh berlaku sewenang-wenang dengan menuntut warga Negara menjalankan kewajibannya tanpa pernah memenuhi hak-hak mereka.



2.    Contoh berita yang berkaitan dengan Hak Sebagai Warga Negara

Liputan6.com, Jakarta Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menekankan sektor pendidikan merupakan hal penting yang harus didapatkan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Meski saat ini masih terdapat beberapa warga yang mengaku kesulitan ekonomi, namun hal itu dikatakan SBY bukan menjadi alasan dalam peningkatan pendidikan bangsa.

"Tidak boleh ada anak di negeri yang karena memiliki kesulitan ekonomi, lantas tidak bisa bersekolah, mereka memiliki hak dan peluang sama, mereka juga memiliki cita-cita yang indah," kata SBY dalam acara Silaturahmi Nasional Nasional Bidikmisi 2014 di Menara Bidakara, Jakarta (27/2/2014).

Presiden menambahkan apa yang diungkapkannya adalah merupakan bagian dari road map pembangunan Indonesia yang memiliki ruang lingkup yang menyeluruh.

"Semua harus terangkat kalau ada hasil pembangunan semua harus merasakan hasil pembangunan itu, pendidikan pun juga untuk semua," kata SBY.

Alasan itulah pemerintah selama ini menyediakan beberapa program pendidikan baik dari dana BOS dan beberapa program beasiswa.

Untuk terus meningkatkan kemajuan pendidikan tersebut, SBY mengimbau kepada Menteri Pendidikan untuk terus berkoordinasi dengan kementerian terkait.

"Saya instruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan menteri terkait anggaran program diperbanyak dan diperluas program Bidikmisi (beasiswa) ini," ujar SBY. (Yas/Ahm)

3.    Komentar
           Pendidikan dijaman ini sangat dibutuhkan, agar terciptanya masyarakat indonesia yang cerdas. Sehingga rakyat Indonesia tidak gampang untuk dibodohi orang lain, terlebih oleh bangsa lain. Pendidikan yang utama adalah pendidikan Sekolah Dasar (SD). Dengan adanya bantuan seperti BOS tersebut sangat membantu masyarakat Indonesia khusus nya yang kurang mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya. Bahkan dana BOS sudah mencapai tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) walaupun hanya sekolah negri saja. Namun dengan begitu akan memacu anak untuk lebih giat belajar agar mencapai sekolah negri tersebut.
          Namun saat ini dana BOS akan segera dicabut oleh pemerintahan. Seharusnya dana BOS tersebut tidak diberhentikan, namun di tambahkan nya dana BOS tersebut ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau bahkan hingga perguruan tinggi. Seharusnya pemerintah Indonesia mencotoh negara diluar negri yang mengratiskan pendidikan hingga S2. Perekonomian yang maju yang menyebabkan pendidikan tersebut di gratiskan, bahkan jika ada anak yang sekolah maka mereka diberi uang. Itu karena pendapatan disana lebih besar dibandingkan pengeluaran negaranya.
          Balik lagi ke perekonomian, perekonomian di indonesia seharusnya lebih maju dibandingkan dengan negara tersebut, karena Indonesia kaya akan kekayaan alam nya. Jika masyarakat pintar maka mereka akan dengan gampang mengolah kekayaan alam tersebut dan tak perlu lagi mengimpor dari luar. Untuk itu lah gunanya pendidikan agar masyarakat Indonesia menjadi pintar. Dan seharusnya dana BOS terus dilakukan atau dikembangkan kembali, khusus nya masyarat yang tidak mampu.



4.    Referensi
www.liputan6.com