Hak Asasi Manusia
1.
Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia)
Hak Asasi Manusia atau disingkat “HAM” merupakan hak dasar yang
dimiliki oleh setiap manusia yang didapatkan sejak lahir dimana secara kodrati
HAM sudah melekat dalam diri manusia dan tak ada satupun orang yang berhak
mengganggu gugat karena HAM bagian dari anugrah Tuhan, itulah keyakinan yang
dimiliki oleh manusia yang sadar bahwa kita semua makhluk ciptaan Tuhan yang
memiliki derajat yang sama dengan manusia yang lainnya sehingga mesti berhak
bebas dan memiliki martabat serta hak-hak secara sama.
Mulai
lahir, manusia telah mempunyai hak asasi yang mesti dijunjung tinggi dan diakui
semua orang. Hak tersebut lebih penting dari hak seorang penguasa atau kepala
suku. Hak asasi berasal dibanding Tuhan Yang Maha Tunggal, diberikan kepada
manusia. Bakal tetapi, hak asasi acap kali dilanggar manusia bakal
mempertahankan hak pribadinya.
Hak
Asasi Manusia (HAM) mucul dari keyakinan manusia itu sendiri bahwasanya semua
manusia selaku makhluk rakitan Tuhan adalah sama serta sederajat. Manusia
dilahirkan lepas dan memiliki martabat juga hak-hak yang sama. Bagi dasar
itulah manusia mesti diperlakukan secara sama setimpal dan beradab. HAM
bersifat universal, artinya berlaku bakal semua manusia tanpa mebeda-bedakannya
berdasarkan atas ras, keyakinan, suku dan bangsa (etnis).
2.
Contoh berita
mengenai Hak Asasi Manusia
Kementerian Kehakiman Israel menyatakan polisi yang tak disebutkan namanya tersebut didakwa telah melakukan kekerasan secara brutal terhadap Tariq Abu Khdeir.
Otoritas Israel memiliki rekaman video yang menunjukkan tindakan polisi tersebut. Aparat yang menjadi tersangka itu akan menjalani proses hukum selanjutnya.
"Dari bukti yang ditemukan, tersangka diduga telah melakukan tindakan kekerasan berat," seperti dimuat Haaretz, Kamis (11/9/2014).
Tariq tinggal di Kota Tampa, Negara Bagian Florida, AS. Ia disebut dipukuli aparat dalam unjuk rasa di Yerusalem Timur setelah kematian sepupunya secara mengenaskan.
Pihak Israel mengatakan Tariq bertindak anarkis saat unjuk rasa. Tapi remaja berusia 15 tahun itu membantah telah melakukannya.
Sepupu remaja itu, Mohammed Abu Khdeir (16), diduga dibakar hingga tewas oleh sejumlah ekstremis Israel sebagai bentuk balas dendam pembunuhan tiga remaja Israel di Tepi Barat.
Kematian para remaja tersebut pun menyulut rentetan aksi demonstrasi terhadap Israel. Hingga berujung memanasnya konflik antara Israel dengan Hamas. (Riz)
3. Komentar
Sikap arogansi israel semestinya tidak di
ketengahkan untuk membungkam aspirasi rakyat. Kekerasan tidak menyelesaikan
masalah. Kekuasaan bukan senjata pamungkas untuk meredam konflik yang ada. Kekerasan
tersebut sudah sangat tidak manusiawi hingga menimbulkan korban berjatuhan.
Hingga ratusan bahkan ribuan nyawa sudah melayang. Walaupun konflik mereka
sudah sangat lama.
Ibaratkan nyawa dibayar hanya karena mereka melawan tentara israel.
Rakyat palestina tidak akan melawan jika tidak ada ancaman bagi mereka dan
negaranya. Perbuatan yang kecil, hingga dibalaskan dengan nyawa melayang. Tak
segan untuk memukul, dan membunuhnya. Mungkin hati dan perasaan bangsa israel
telah mati oleh sikap ingin menguasai.
|
4. Referensi
www.liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar