Minggu, 25 Maret 2018

Tugas Softskill Semester 7 (Ilmu Budaya Dasar)

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom)
https://orgbehavior5.files.wordpress.com/2010/02/sto.jpg?w=150&h=113https://orgbehavior5.files.wordpress.com/2010/02/logo-telkom-baru-icon.jpg?w=150&h=88

https://orgbehavior5.files.wordpress.com/2010/02/908731_dsc00807.jpg?w=150&h=113https://orgbehavior5.files.wordpress.com/2010/02/img_0055.jpg?w=150&h=113

Gambaran Perusahaan
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Pada awalnya di kenal sebagai sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegrap atau dengan nama “JAWATAN”. Pada tahun 1961 Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel),PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Dan pada tahun 1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional. Pada tanggal 14 November 1995 di resmikan PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai nama perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

TELKOM merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (51,19%) dan oleh publik sebesar 48,81%. Sebagian besar kepemilikan saham publik (45,58%) dimiliki oleh investor asing, dan sisanya(3,23%) oleh investor dalam negeri. TELKOM juga menjadi pemegang saham mayoritas di 9 anak perusahaan, termasuk PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)

TELKOM menyediakan jasa telepon tetap kabel (fixed wire line), jasa telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile service), data/internet serta jasa multimedia lainnya. Tahun 2001 TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT INDOSAT sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dan INDOSAT. Sejak bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.

VISI & MISI Perusahaan

VISI :    Menjadi perusahaan InfoCOM yang terdepan
Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, As ia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.

MISI :   Memberikan layanan ” One Stop InfoCom ” dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk dan jaringan berkualitas, dengan harga kompetitif. Telkom akan mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan saling mendukung secara sinergis.

Tak ada sedikitpun pernyataan ragu yang keluar dari ucapan Senior General Manager Human Resource Center PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Faisal Syam ketika ditanya seputar Budaya Kerja. Bagi mantan Asisten Direksi Pengembangan Eksekutif – Direktorat SDM di perusahaan yang sama itu, Budaya kerja merupakan human habit behavior pegawai dalam bekerja. “Sekarang banyak perusahaan-perusahaan yang mencanangkan budaya kerja top down. Tapi pegawainya belum mendemonstrasikan behaviour yang diinginkan oleh pimpinannya,” terangnya lagi.

Budaya Kerja Perusahaan

Sejak Budaya Kerja pertama kali diperkenalkan pada tahun 2002 lalu, PT. Telkom telah mengalami perubahan nilai-nilai strategis. “Semuanya tergantung kondisi perusahaan saat itu,” jelas Faisal. Faisal mencontohkan, ketika Pak Cacuk (Sudaryanto) menjadi Direktur Utama Telkom, pola Budaya Kerja yang diterapkan adalah 3-2-1 padahal sebelum Pak Cacuk, Telkom telah menerapkan Budaya ARTI sebagai Budaya Kerja yang diterapkan. Pola itu diterapkan ketika PN Telkom saat itu berubah dari Perusahaan Negara menjadi Perum. Kemudian perubahan terjadi lagi menyusul berubahnya status Perum menjadi Perusahaan Terbatas (PT).

Lalu nilai-nilai strategis Budaya Kerja yang diterapkan itu berubah lagi mengiringi berubahnya status perusahaan Telkom dari hanya sekedar PT menjadi Tbk. “Hingga kini PT Telkom Tbk menggunakan 1-3-5 sebagai Budaya Kerja yang harus disepakati semua karyawannya,” terang Sarjana Matematika dari Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, Medan itu.

Pola 1-3-5 itu sendiri berarti; 1 (satu) asumsi dasar, 3 (tiga) nilai inti yang mencakup Customer Value, Excellent Service, Competent People. Sedangkan 5 (lima) merupakan langkah perilaku untuk memenangkan persaingan, yang terdiri atas Stretch The Goals, Simplify, Involve Everyone, Quality is My Job, Reward the Winners.

The Telkom Way 135 merupakan hasil penggalian dari perjalanan PT Telkom Tbk dalam mengarungi lingkungan yang terus berubah, dikristalisasi serta dirumuskan oleh berbagai inspirasi dari perusahaan lain dan berbagai tantangan dari luar. PT Telkom berharap dengan tersosialisasinya The Telkom Way 135, maka akan tercipta pengendalian kultural yang efektif terhadap cara rasa, cara memandang, cara berpikir, dan cara berperilaku.

Perubahan-perubahan itu menurut Faisal memang memberikan hasil yang signifikan “Dampaknya terhadap produktivitas dan kinerja, ya bagus,” sambung pria yang meraih gelar Magister Manajemen nya di Sekolah Tinggi Manajemen Bandung. “Banyak impactnya terhadap perusahaan. Tentunya kinerja kita seperti diketahui trendnya tetap terus meningkat. Kemudian produktivitas pegawai juga meningkat dan semangat kerja mereka meningkat dengan adanya budaya itu,” ujarnya. Faktanya, sejak diberlakukan pola 1-3-5 ini, produktivitas pegawai terus meningkat, berbuntut pada meningkatnya performansi  perusahaan.

Menjadi tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat luas untuk terlibat dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui program-program sosial yang bermanfaat bagi karyawan internal maupun lingkungan eksternal.

Beasiswa Infomedia
Sebagai wujud kepedulian social, Korporat Infomedia bekerja sama dengan Badan Dakwah Islam (BDI) Infomedia menyelenggarakan program beasiswa pendidikan untuk anak-anak yatim/piatu dari golongan masyarakat tidak mampu. Sampai saat ini sudah 100 anak yatim yang telah dibiayai oleh Infomedia.


Rumah Baca
Infomedia terlibat aktif dalam program pengembangan Rumah Baca yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah yang minim akan sarana pendidikan. Mulai dari pembangunan sarana fisik hingga menyediakan buku-buku bacaan yang diperlukan.


Bakti Sosial
Infomedia juga terlibat dalam berbagai aksi sosial yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat luas, seperti pengobatan gratis, pembagian sembako dan bingkisan lebaran, serta kegiatan lainnya, yang tercermin dalam program Bakti sosial Ramadhan dan program-program sejenis lainnya.

Bantuan Bencana Alam
Infomedia memberikan bantuan bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia, seperti bencana gempa Yogyakarta, bantuan rumah tahan gempa di Yogyakarta, gempa Pangandaran, banjir Jakarta, dsb.
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) secara resmi pada tanggal 23 Oktober 2009 melakukan transformasi bisnis. Transformasi bisnis yang dilakukan Telkom kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Telkom, karena bersifat fundamental, menyeluruh, dan terintegrasi.

https://orgbehavior5.files.wordpress.com/2010/02/logo-telkom-baru-icon.jpg?w=300&h=85

Perubahan Logo Telkom

Transformasi ini disampaikan oleh T Putra Efenbach Junior Manager (JM) PT Telkom Kancatel Jambi, saat melakukan sosialisasi Logo Baru Telkom Jumat (23/10) bertempat di Kacantel Jambi. T Putra Efenbach melalui kutipan pidato Dirut Telkom, Rinaldi Firmansyah menjelaskan saat ini tengah terjadi berbagai perubahan mendasar di sekeliling kita, mulai dari perubahan lingkungan bisnis, kompetisi dan regulasi serta perubahan teknologi dan lifestyle. “Untuk menjawab tantangan masa depan tersebut Telkom memutuskan melakukan transformasi secara menyeluruh dan mendasar,” ucap Putra, beliau biasa disapa.

Perubahan ini dibarengi dengan memperkenalkan corporate identity baru untuk menyambut era baru Telkom sebagai satu-satunya perusahaan TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment) di Indonesia. Transformasi bisnis ini pun menyentuh empat aspek dasar perusahaan, yakni Transformasi Bisnis, Transformasi Infrastruktur, Transformasi Sistem dan Model Operasi, serta Transformasi Human Resources.
Dalam mendukung transformasi tersebut Telkom telah menetapkan 10 Strategic Initiative yang esensinya adalah defense the legacy & growth the new wave. Berkenaan dengan perubahan tersebut, Telkom juga melakukan perubahan mendasar dari sisi brand untuk meningkatkan citra perusahaan di mata seluruh stakeholder. Telkom juga menetapkan perubahan portofolio, positioning, value, tagline, dan corporate identity.

Itu artinya, Telkom telah memasuki portofolio bisnis yang baru yaitu TIME dengan positioning baru life confident. Telkom juga memiliki lima value baru yakni expertise, empowering, assured, progressive & heart. Sedangkan tagline baru Telkom yaitu “The World In Your Hand” sebagai pengganti “Committed 2U”.


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar