Senin, 17 Desember 2018

Tugas 2.3 Inovasi SI dan Teknologi Infromasi Modern

Sebutkan dan jelaskan pengaruh inovasi sistem informasi terhadap social budaya dan pendidikan

Terhadap Budaya 
Pada zaman sekarang ini terutama setelah memasuki abad 21 perkembangan teknologi terasa luar biasa terutama yang berhubungan dengan telekomunikasi dan informasi ,maka alur informasi pun juga tanpa hambatan. Untuk itu dalam mengantisipasi pengaruh budaya luar yang negatif atau tidak sesuai dengan budaya bangsa indonesia , maka diperlukan penyaringan/filter. Sistem penyaringan bisa dilakukan dengan cara menanamkan nilai – nilai nasionalisme terhadap anak-anak bangsa sejak dini baik formal maupun non formal , secara formal tentu di lakukan di sekolah-sekolah sedangkan secara non formal dilakukan di keluarga dan masyarakat.
Bila tidak dilakukan penyaringan yang baik dikhawatirkan berdampak buruk terhadap perilaku kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan, perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah budaya sebagian besar masyarakat dunia, terutama yang tinggal di perkotaan. Masyarakat di seluruh dunia telah mampu berinteraksi dan memperoleh informasi dalam waktu singkat berkat teknologi komunikasi dan informasi yang mengalami perkembangan yang sangat luar biasa.
Perubahan budaya lokal dan sosial akibat revolusi teknologi informasi dan komunikasi ini tidak dapat dibiarkan dengan begitu saja. Masyarakat perkotaan yang memiliki akses terhadap informasi merupakan kelompok masyarakat yang langsung terkena pengaruh budaya global itu. Hal ini akan berdampak dengan tatanan kehidupan beragama dan bermasyarakat. Karena tidak semua budaya-budaya luar/barat dapat diterima dalam kehidupan beragama maupun masyarakat.
Dampak Positif :
Dengan adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan peralatan hidup, masyarakat pada saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yang mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.
Lebih lanjut lagi dampak positif dalam globalisasi misalnya, adalah:
1.Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
2.Terjadinya industrialisasi
3.Produktifitas dunia industri semakin meningkat.

Dampak Negatif :
Dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia, serta dapat terjadi proses perubahan social didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah.
Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.
Lebih lanjut lagi mengenai dampak negatif yang ada, misalnya :
1.     Penyalahgunaan Fungsi
2.     Pemborosan Biaya
3.     Global Warming 

Terhadap Sosial
Dewasa ini begitu pesat perkembangan teknologi informasi di Indonesia. Dengan berkembangnya teknologi informasi yang pesat ini, peran serta dari masyarakat sangat besar dalam perkembangannya. Teknologi informasi juga membantu hubungan antar masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien. Menurut Agustina (2010) dalam kehidupan sosial bermasyarakat peran teknologi informasi memberikan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Teknologi informasi mempunyai dampak positif dan negatif bagi kehidupan sosial di Indonesia.

Dampak Positif :
Dampak positif teknologi informasi tentu yang diharapkan dalam kehidupan sosial, seperti masyarakat yang mulai mendapatkan informasi mengenai berita apapun dengan memanfaatkan media online. Majalah ataupun koran sudah mulai ditinggalkan. Selain itu dampak teknologi informasi juga mempengaruhi dari berbagai bidang, seperti bidang transportasi dapat diimplementasikan pembuatanE-Toll card (kemudahan pembayaran tol) yang sekarang juga sudah mulai diterapkan di Jakarta. Dalam bidang bisnis, pemanfaatan teknologi E-commercesangat membantu para pengusaha dalam menjalankan usahanya. Dengan teknologi ini tidak perlu lagi proses jual beli secara face to face, namun cukup dengan bantuan jaringan internet semua proses bisa dilakukan dengan efisien. Kemudian dari bidang pendidikan dengan adanya E-learning memungkinkan proses belajar mengajar dari jarak jauh sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Masih banyak lagi dampak positif dari berkembangnya teknologi informasi di masa datang.

Dampak Negatif :
Namun kemajuan teknologi juga mempunyai dampak negatif pada aspek sosial budaya seperti kenakalan dan tindak penyimpangan dikalangan remaja dengan mengakses situs porno, dan oknum-oknum yang menggunakan media facebook sebagai media porstitusi yang jelas dapat merusak moral para generasi muda. Dampak negatif lain dari teknologi di masa depan juga melemahkan rasa gotong royong dan tolong menolong sebagaimana ini menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Menurut saya, dampak kehidupan sosial di masa depan jika kita terbawa dampak negatif mungkin akan melemahnya rasa gotong royong, komunikasi menjadi lebih mudah sehingga tidak perlu tatap muka, dan dengan kemudahan yang diberikan oleh teknologi tersebut yang apaun pekerjaan bisa dikerjakan dengan komputer sehingga manusia akan menjadi malas. Sedangkan dari dampak positifnya yaitu kefektifan dari segi biaya dan waktu, misal kemajuan teknologi dibidang pendidikan dimana bisa mengajar dari jarak jauh sehingga meminimalkan biaya dan waktu.

Dalam Bidang Pendidikan
Kegiatan yang harus dilakukan guru dalam belajar-mengajar, antara lain menyangkut perumusan tujuan, pemilihan bahan ajar, metoda dan alat bantu mengajar, kegiatan pelajar, evaluasi hasil belajar, dan manajemen pembelajaran. Beberapa aktifitas tersebut dapat dibantu dengan menggunakan hasil-hasil inovasi dan teknologi. Banyak sekali wilayah dalam pendidikan yang berpeluang untuk memanfaatkan hasil-hasil teknologi, karena berbagai dalam berbagai aspek kehidupan, inovasi dan teknologi sudah mampu menjawab kebutuhan manusia untuk berkembang. Pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam bidang pendidikan dapat dikategorikan menjadi dua bentuk yaitu :

a.         Penerapan inovasi dan teknologi pendidikan dalam bentuk sistem pendidikan
Inovasi dan teknologi pada tataran ini menjangkau area kebijakan penyelenggaraan proses pendidikan. Contoh dari pemanfaatan inovasi dan teknologi pelaksanaan sistem Cara Belajar Pelajar Aktif (CBSA), Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), atau penambahan jam belajar di sekolah. Pada tataran ini inovasi dan teknologi diterapkan secara massal karena mengarah pada sistem.

b.         Penerapan inovasi dan teknologi pada media belajar dan mengajar
Inovasi dan teknologi pada tataran ini menjangkau area yang lebih sempit, yaitu merujuk pada penyelenggaraan proses pendidikan berupa proses belajar mengajar di sekolah, Penerapan yang dilakukan adalah elaborasi hasil teknologi sebagai media belajar di sekolah, misalnya Computer Assisted Instruction (CAI), alat-alat canggih berupa audio visual, alat-alat permainan edukatif atau media cetak berupa buku-buku, serta pengadaan alat-alat laboratorium yang berkualitas

c.         Penerapan Inovasi dan teknologi pada konsep pendidikan dan konsep belajar
Inovasi dan teknologi pada tataran ini menjangkau area konseptual pendidikan, misalnya konsep pendidikan yang membebaskan yang diungkapkan oleh Paul Freire, konsep Quantum Learning (Potter dan Hernacki, 2001), Accelerated Learning,
Beberapa area bentuk pemanfaatan teknologi dan inovasi pendidikan yang akan dilakukan juga terletak pada  :
a.       Produksi dan aplikasi media pendidikan
b.      Pelatihan dan pengembangan profesional pendidikan
c.       Pengelolaan sistem belajar jarak jauh
d.      Teknologi informasi dalam pendidikan

Contoh beberapa pemanfaatan antara lain :
a.      Pemanfaatan pada laboratorium pendidikan yang berfungsi melakukan penelitian dan pengembangan model pengejaran yang baik
b.     Pusat Produksi Multimedia Pendidikan yang menghasilkan audio kaset, audio grafis, program video sampai program siaran radio dan TV
c.      Pusat Pengujian sebagai pengelola evaluasi hasil belajar siswa
d.     Perpustakaan
e.      Pusat Penerbitan menerbitkan bahan ajar cetak
f.       Unit-unit kerja lain seperti Pusat Komputer, Biro Administrasi Akademik, Perencanaan, Sistem Informasi


Beberapa Contoh Pemanfaatan Teknologi dan Inovasi Pendidikan Pada Masa Kini
a.         Pemanfaatan Komputer Sebagai Media Bantu Belajar Mengajar Matematika dan IPA
Komputer dewasa ini telah dilengkapi dengan kemampuan yang tak tertandingi oleh peralatan lain, baik dari segi kecepatan maupun keluwesan penggunaannya. Dalam kaitannyan dengan peningkatan mutu pendidikan, tidak salah jika komputer menjadi pilihan tepat sebagai media pembelajaran. Salah satu mata pelajaran yang dapat dibantu dengan berbagai fasilitas di dalam komputer adalah matematika dan IPA (Fisika, Kimia dan Biologi) atau yang lebih akrab disebut dengan MIPA.
Mata pelajaran matematikan dan IPA adalah mata pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga selama ini ditakuti pelajar sekolah, padahal mata pelajaran matematika dan IPA adalah ilmu dasar yang mutlak harus dikuasai sebagai langkah awal dalam meletakkan landasan penguasaan teknologi. Konsep MIPA tidak mungkin dapat dikuasai hanya dengan membaca buku ataupun menghafal rumus-rumus saja.
Disamping cara ini sangat memerlukan waktu dan tenaga yang banyak, cara-cara seperti ini dapat menyebabkan berbagai macam miskonsepsi. Oleh karena itu untuk mengatasi persoalan tersebut, pelajar harus dibawa seekat mungkin dengan peristiwa alam, misalnya dengan metode eksperimental atau metode demonstrasi. Dalam hal ini, komputer menjadi media yang cocok untuk menunjang cara pengajaran seperti itu. Hal ini dikarenakan komputer memiliki beberapa karakteristik, antara lain :
a.      Komputer dapat digunakan dimana saja dan kapan saja
b.     Dapat dipakai dalam proses belajar mengajar baik secara klasikal maupun individual
c.      Mudah dan murah pembuatannya
d.     Komputer dapat memvisualisasikan fenomena alam seperti proses aslinya
e.      Komputer mampu melakukan simulasi, perhitungan dan bahkan data untuk digunakan kapan saja
f.       Secara spesifik, penggunaan komputer sebagai media bantu belajar mengajar

MIPA memiliki beberapa tujuan, antara lain :
a.      Pelajar lebih mudah memahami kondep-konsep yang diajarkan. Kemampuan pelajar dalam hal aplikasi, analisis dan sintesis dapat terus dibina.
b.     Pelajar lebih berminat dan giat mempelajari MIPA
c.      Mengurangi terjadinya salah konsep dan verbalisasi, misalnya menghafal
d.     Memotivasi guru untuk mengembangkan pengetahuan dan profesinya

Namun, meskipun banyak keuntungan yang bisa diperoleh, upaya komputerisasi media pendidikan benyak menemui hambatan. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya guru yang mau dan mampu menyusun sebuah aplikasi presentasi atau program pembelajaran. Selain itu sedikitnya pengetahuan guru tentang pemrograman dan kurang tersedianya perangkat lunak pembelajaran juga menjadi kendala yang perlu segera diatasi. Pada dasarnya, banyak guru yang telah mampu mengoperasionalkan komputer. Namun patut disayangkan penggunaan komputer masih sebatas sebagai sarana bantu administratif dan bukan untuk keperluan belajar yang menjadi tugas utamanya.
Permasalahan ini sudah dijawab oleh sebagian besar perguruan tinggi yang menyiapkan tenaga pengajar yang handal dalam mengoperasikan komputer. Pada Fakultas MIPA UNY di Yogyakarta misalnya para mahasiswa sudah dibekali dengan kemampuan untuk merancang sebuah program aplikasi komputer. Mislnya pada Jurusan Pendidikan Fisika mahasiswa disiapkan untuk mampu membuat visualisasi beberapa fenomena fisika, misalnya gerak atau kesetimbangan.

b.         Program Akselerasi
Akselerasi berarti percepatan. Penerapan program akselerasi di sekolah merupakan sebuah inovasi tersendiri dalam bidang pendidikan. Program akselerasi memiliki beberapa kekhasan yang ditandai dengan adanya saling pemahaman antara dua belah pihak, yaitu pihak guru dan pelajar. Kesepakatan bersama harus sejalan dan saling disadari oleh guru dan pelajar karena keduanya adalah bagian penting dalam sebuah sistem pendidikan.
Sebagai produk baru pada jenjang pendidikan menengah dasar dan menengah program akselerasi pada SD, SLTP dan SMU dirintis oleh sekolah di Jakarta dan Yogyakarta (Nursito, 2001). Di Yogyakarta tahun 2003 merupakan tahun kedua pelaksanaan program percepatan yang dilaksanakan di SMU 1, SMU 3 dan SMU 8, sedang di Jakarta sudah dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya. Pelaksanaan program akselerasi masi tetap mengacu pada kurikulum 1994. Bila kurikulum mutakhir ini dikurangi bebannya (dari 42 jam tatap muka menjadi 36 jam), jelas beban dan pelaksanaan program akselerasi menjadi ringan.
Program akselerasi merupakan upaya untuk peningkatan mutu pendidikan dengan mewadahi kemampuan pelajar yang memiliki kemampuan yang lebih. Penerapan program akselerasi adalah salah satu contoh bahwa dunia pendidikan mulai berbenah dalam menghadapi tuntutan zaman dengan terus menerus berinovasi.
1.         Pemanfaatan Internet dalam Pendidikan
Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Internet di Amerika mulai tumbuh dari lingkungan akademis (NSFNET). Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh di lingkungan akademis. Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS), aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet) atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.
Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Irian dapat berdiskusi masalah kedokteran dengan seoran pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.
Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.
Distance learning dan virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Bahkan tak kurang pakar ekonomi Peter Drucker mengatakan bahwa “Triggered by the Internet, continuing adult education may wll become our greatest growth industry”. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja.
Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia:
o   Akses ke perpustakaan;
o   Akses ke pakar;
o   Menyediakan fasilitas kerjasama.
Inisiaif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di bidang pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sedang giat kami lakukan adalah program “Sekolah 2000”, dimana ditargetkan sejumlah sekolah (khususnya SMU dan SMK) terhubung ke Internet pada tahun 2000 ini. Inisiatif pemanfaatan internet sebagai upaya pemanfaatan inovasi dan teknologi di bidang pendidikan perlu mendapat dukungan dari bangas Indonesia.
2.         Penerapan Teori Belajar Kuantum
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, bangsa Indonesia berada dalam suatu era  dimana hampir seluruh informasi  dapat disajikan seketika dalam berbagai bentuk melalui sebuah jaringan belajar global, suatu abad dimana teknologi informasi telah melahirkan ekonomi baru.  Gelombang perubahan yang mengguncangkan ini memaksa kita untuk memikirkan kembali segala sesuatu yang selama ini kita pahami tentang pembelajaran, pendidikan, persekolahan, bisnis, ekonomi, dan pemerintahan dimana negara-negara berkembang memungkinkan melompati revolusi industri dan segera memasuki era informasi dan inovasi.
Kekuatan atau kompetensi dari suatu organisasi akan lebih ditentukan oleh intangible asset berupa sumber daya manusia yang berkemampuan serta organisasi pembelajar untuk dapat bersaing pada masa yang akan datang.  Dengan berkembangnya teknologi  informasi dunia ini penuh dengan limpahan pengetahuan yang luar biasa tinggal mampukah mengambil kesempatan tersebut untuk mengembangkan kompetensi diri kita sebagai individu maupun organisasi.
Quantum Learning merupakan metoda pengajaran maupun pelatihan yang baru yang menggunakan metodologi berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerated Learning (Lozanov), Multiple Intelligences (Gardner), Neuro Linguistic Programming atau NLP (Grinder & Bandler), Experential Learning (Hahn), Socratic Inquiry, Cooperative Learning (Johnson & Johnson) dan Elements of Effective Instruction (Hunter) menjadi sebuah paket multisensori, multi kecerdasan dan kompatibel dengan cara bekerja otak yang mampu meningkatkan kemampuan dan kecepatan belajar.  Metodologi ini dibangun berdasarkan pengalaman delapan belas tahun.
Percepatan belajar (accelerated learning) dikembangkan untuk  menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling,  menyusun  bahan  pengajaran  yang  sesuai,  cara efektif penyajian, modalitas belajar serta keterlibatan aktif dari peserta. Konsep   kunci dalam Quantum Learning adalah sintesis dari berbagai teori dan strategi belajar yang digunakan antara lain :
a.      Teori otak kanan / kiri
b.     Teori otak triune (3 in 1)
c.      Pilihan modalitas (visual, auditorial dan kinestetik)
d.     Teori kecerdasan ganda
e.      Pendidikan holistic (menyeluruh)
f.       Belajar berdasarkan pengalaman
g.     Belajar dengan symbol (metaphoric learning)
h.     Simulasi / permainan
i.       Peta Pikiran (mind mapping)
Perubahan paradigma dalam model Quantum Learning dilandaskan pada asumsi dasar bahwa :
a.      Setiap orang adalah guru dan sekaligus murid sehingga seorang trainer lebih bersifat sebagai fasilitator
b.     Bagi kebanyakan orang belajar akan sangat efektif jika dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, lingkungan dan suasana yang tidak terlalu formal, penataan duduk setengah melingkar tanpa meja, penataan sinar atau cahoya yang baik sehingga peserta merasa santai dan relak.
c.      Setiap orang mempunyai gaya belajar, bekerja dan berpikir yang unik dan berbeda yang merupakan pembawaan alamiah sehingga kita tidak perlu merubahnya dengan demikian perasaan nyaman dan positif akan terbentuk dalam menerima informasi atau materi yang diberikan oleh fasilitator.
d.     Modul pelajaran tidak harus rumit tapi harus dapat disajikan dalam bentuk sederhana dan lebih banyak kesuatu kasus nyata atau aplikasi langsung.
e.      Dalam menyerap   dan   mengolah   informasi   otak menguraikannya dalam bentuk simbol atau asosiatip sehingga materi akan lebih mudah dicerna bila lebih banyak disajikan dalam bentuk gambar, diagram, flow atau simbol.
f.       Kunci menuju kesuksesan model quantum learning adalah latar belakang (background) musik yang telah terbukti memberikan pengaruh positip dalam proses pembelajaran
g.     Metoda peran dimana peserta berperan lebih aktif dalam membahas materi sesuai dengan pengalamannya melalui pendekatan terbalik yaitu membuot belajar serupa bekerja (pembelajaran orang dewasa)

Tahapan awal aplikasi metoda belajar Quantum Learning
a.      Melakukan pengkajian yang lebih mendalam mengenai metoda belajar dengan Quantum Learning
b.     Bekerja sama atau kolaborasi dalam mengembangkan metode tersebut dengan pihak luar yang mempunyai basis psikologi dalam metoda pendidikan
c.      Mengundang pihak luar yang kompeten dalam pengembangan metoda tersebut
d.     Bilamana diperlukan mengundang Bobbi DePorter yang telah mengemas dan mengembangkan gagasan Quantum Learning
e.      Mengadakan uji coba aplikasi metoda tersebut untuk materi manajemen (non vocational) dan melakukan questioner untuk pengembangan lebih lanjut apabila hasilnya positip.
f.       Menyiapkan  sarana  belajar  Quantum  Learning  sesuai perkembangan yang ada
g.     Sosialisasi pada diklat-diklat di lingkungan Jasdik untuk mengembangkan metoda tersebut
h.     Melakukan review  pada modul-modul yang telah ada berdasarkan sistimatika dan metodologi Quantum Learning
i.       Membentuk team yang sepenuhnya di sponsori dan di back-up oleh manajemen karena sifatnya yang eksperimental dalam mengembangkan inovasi yang baru tersebut (re-energize).
j.       Penyiapan media pendidikan seperti Note Book, Proyektor, OHP, Flip Chart, Sound System Portable baik untuk kegiatan internal maupun presentasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar