Sebutkan
dan jelaskan pengaruh inovasi sistem informasi terhadap social budaya dan
pendidikan
Terhadap Budaya
Pada zaman sekarang ini terutama setelah memasuki abad 21
perkembangan teknologi terasa luar biasa terutama yang berhubungan dengan
telekomunikasi dan informasi ,maka alur informasi pun juga tanpa hambatan.
Untuk itu dalam mengantisipasi pengaruh budaya luar yang negatif atau tidak
sesuai dengan budaya bangsa indonesia , maka diperlukan penyaringan/filter.
Sistem penyaringan bisa dilakukan dengan cara menanamkan nilai – nilai
nasionalisme terhadap anak-anak bangsa sejak dini baik formal maupun non formal
, secara formal tentu di lakukan di sekolah-sekolah sedangkan secara non formal
dilakukan di keluarga dan masyarakat.
Bila tidak dilakukan penyaringan yang baik dikhawatirkan
berdampak buruk terhadap perilaku kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan,
perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah budaya sebagian besar
masyarakat dunia, terutama yang tinggal di perkotaan. Masyarakat di seluruh
dunia telah mampu berinteraksi dan memperoleh informasi dalam waktu singkat
berkat teknologi komunikasi dan informasi yang mengalami perkembangan yang
sangat luar biasa.
Perubahan budaya lokal dan sosial akibat revolusi teknologi
informasi dan komunikasi ini tidak dapat dibiarkan dengan begitu saja.
Masyarakat perkotaan yang memiliki akses terhadap informasi merupakan kelompok
masyarakat yang langsung terkena pengaruh budaya global itu. Hal ini akan
berdampak dengan tatanan kehidupan beragama dan bermasyarakat. Karena tidak
semua budaya-budaya luar/barat dapat diterima dalam kehidupan beragama maupun
masyarakat.
Dampak Positif :
Dengan adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan peralatan
hidup, masyarakat pada saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena
adanya peralatan yang mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan
lebih baik lagi.
Lebih lanjut lagi
dampak positif dalam globalisasi misalnya, adalah:
1.Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
2.Terjadinya industrialisasi
3.Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
2.Terjadinya industrialisasi
3.Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
Dampak Negatif :
Dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia, serta dapat terjadi proses perubahan social didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah.
Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.
Lebih lanjut lagi mengenai dampak negatif yang ada, misalnya :
Dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia, serta dapat terjadi proses perubahan social didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah.
Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.
Lebih lanjut lagi mengenai dampak negatif yang ada, misalnya :
1.
Penyalahgunaan
Fungsi
2.
Pemborosan
Biaya
3.
Global
Warming
Terhadap Sosial
Dewasa ini begitu pesat perkembangan teknologi informasi di
Indonesia. Dengan berkembangnya teknologi informasi yang pesat ini, peran serta
dari masyarakat sangat besar dalam perkembangannya. Teknologi informasi juga
membantu hubungan antar masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien. Menurut
Agustina (2010) dalam kehidupan sosial bermasyarakat peran teknologi informasi
memberikan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Teknologi
informasi mempunyai dampak positif dan negatif bagi kehidupan sosial di
Indonesia.
Dampak Positif :
Dampak positif teknologi informasi tentu yang diharapkan
dalam kehidupan sosial, seperti masyarakat yang mulai mendapatkan informasi
mengenai berita apapun dengan memanfaatkan media online. Majalah ataupun koran
sudah mulai ditinggalkan. Selain itu dampak teknologi informasi juga
mempengaruhi dari berbagai bidang, seperti bidang transportasi dapat
diimplementasikan pembuatanE-Toll card (kemudahan pembayaran tol)
yang sekarang juga sudah mulai diterapkan di Jakarta. Dalam bidang bisnis,
pemanfaatan teknologi E-commercesangat membantu para pengusaha
dalam menjalankan usahanya. Dengan teknologi ini tidak perlu lagi proses jual
beli secara face to face, namun cukup dengan bantuan jaringan
internet semua proses bisa dilakukan dengan efisien. Kemudian dari bidang
pendidikan dengan adanya E-learning memungkinkan proses
belajar mengajar dari jarak jauh sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.
Masih banyak lagi dampak positif dari berkembangnya teknologi informasi di masa
datang.
Dampak Negatif :
Namun kemajuan teknologi juga mempunyai dampak negatif pada
aspek sosial budaya seperti kenakalan dan tindak penyimpangan dikalangan remaja
dengan mengakses situs porno, dan oknum-oknum yang menggunakan media facebook
sebagai media porstitusi yang jelas dapat merusak moral para generasi muda.
Dampak negatif lain dari teknologi di masa depan juga melemahkan rasa gotong
royong dan tolong menolong sebagaimana ini menjadi ciri khas masyarakat
Indonesia. Menurut saya, dampak kehidupan sosial di masa depan jika kita
terbawa dampak negatif mungkin akan melemahnya rasa gotong royong, komunikasi
menjadi lebih mudah sehingga tidak perlu tatap muka, dan dengan kemudahan yang diberikan
oleh teknologi tersebut yang apaun pekerjaan bisa dikerjakan dengan komputer
sehingga manusia akan menjadi malas. Sedangkan dari dampak positifnya yaitu
kefektifan dari segi biaya dan waktu, misal kemajuan teknologi dibidang
pendidikan dimana bisa mengajar dari jarak jauh sehingga meminimalkan biaya dan
waktu.
Dalam Bidang
Pendidikan
Kegiatan yang harus dilakukan guru dalam belajar-mengajar,
antara lain menyangkut perumusan tujuan, pemilihan bahan ajar, metoda dan alat
bantu mengajar, kegiatan pelajar, evaluasi hasil belajar, dan manajemen
pembelajaran. Beberapa aktifitas tersebut dapat dibantu dengan menggunakan
hasil-hasil inovasi dan teknologi. Banyak sekali wilayah dalam pendidikan yang
berpeluang untuk memanfaatkan hasil-hasil teknologi, karena berbagai dalam
berbagai aspek kehidupan, inovasi dan teknologi sudah mampu menjawab kebutuhan
manusia untuk berkembang. Pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam bidang
pendidikan dapat dikategorikan menjadi dua bentuk yaitu :
a.
Penerapan inovasi dan teknologi pendidikan dalam bentuk sistem pendidikan
Inovasi dan teknologi pada tataran ini menjangkau area
kebijakan penyelenggaraan proses pendidikan. Contoh dari pemanfaatan inovasi
dan teknologi pelaksanaan sistem Cara Belajar Pelajar Aktif (CBSA), Kurikulum
Berbasis Kompetensi (KBK), atau penambahan jam belajar di sekolah. Pada tataran
ini inovasi dan teknologi diterapkan secara massal karena mengarah pada sistem.
b.
Penerapan inovasi dan teknologi pada media belajar dan mengajar
Inovasi dan teknologi pada tataran ini menjangkau area yang
lebih sempit, yaitu merujuk pada penyelenggaraan proses pendidikan berupa
proses belajar mengajar di sekolah, Penerapan yang dilakukan adalah elaborasi
hasil teknologi sebagai media belajar di sekolah, misalnya Computer Assisted
Instruction (CAI), alat-alat canggih berupa audio visual, alat-alat permainan
edukatif atau media cetak berupa buku-buku, serta pengadaan alat-alat
laboratorium yang berkualitas
c.
Penerapan Inovasi dan teknologi pada konsep pendidikan dan konsep belajar
Inovasi dan teknologi pada tataran ini menjangkau area
konseptual pendidikan, misalnya konsep pendidikan yang membebaskan yang
diungkapkan oleh Paul Freire, konsep Quantum Learning (Potter dan Hernacki,
2001), Accelerated Learning,
Beberapa area
bentuk pemanfaatan teknologi dan inovasi pendidikan yang akan dilakukan juga
terletak pada :
a. Produksi
dan aplikasi media pendidikan
b. Pelatihan
dan pengembangan profesional pendidikan
c. Pengelolaan
sistem belajar jarak jauh
d. Teknologi
informasi dalam pendidikan
Contoh beberapa pemanfaatan antara lain :
a. Pemanfaatan pada laboratorium
pendidikan yang berfungsi melakukan penelitian dan pengembangan model
pengejaran yang baik
b. Pusat Produksi Multimedia Pendidikan
yang menghasilkan audio kaset, audio grafis, program video sampai program
siaran radio dan TV
c. Pusat Pengujian sebagai pengelola
evaluasi hasil belajar siswa
d. Perpustakaan
e. Pusat Penerbitan menerbitkan bahan
ajar cetak
f. Unit-unit kerja lain seperti Pusat
Komputer, Biro Administrasi Akademik, Perencanaan, Sistem Informasi
Beberapa Contoh Pemanfaatan Teknologi dan Inovasi Pendidikan Pada Masa Kini
a. Pemanfaatan Komputer Sebagai Media Bantu Belajar Mengajar Matematika dan IPA
Komputer dewasa ini telah dilengkapi dengan kemampuan yang
tak tertandingi oleh peralatan lain, baik dari segi kecepatan maupun keluwesan
penggunaannya. Dalam kaitannyan dengan peningkatan mutu pendidikan, tidak salah
jika komputer menjadi pilihan tepat sebagai media pembelajaran. Salah satu mata
pelajaran yang dapat dibantu dengan berbagai fasilitas di dalam komputer adalah
matematika dan IPA (Fisika, Kimia dan Biologi) atau yang lebih akrab disebut
dengan MIPA.
Mata pelajaran matematikan dan IPA adalah mata pelajaran
yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga selama ini ditakuti
pelajar sekolah, padahal mata pelajaran matematika dan IPA adalah ilmu dasar
yang mutlak harus dikuasai sebagai langkah awal dalam meletakkan landasan
penguasaan teknologi. Konsep MIPA tidak mungkin dapat dikuasai hanya dengan
membaca buku ataupun menghafal rumus-rumus saja.
Disamping cara ini sangat memerlukan waktu dan tenaga yang
banyak, cara-cara seperti ini dapat menyebabkan berbagai macam miskonsepsi.
Oleh karena itu untuk mengatasi persoalan tersebut, pelajar harus dibawa seekat
mungkin dengan peristiwa alam, misalnya dengan metode eksperimental atau metode
demonstrasi. Dalam hal ini, komputer menjadi media yang cocok untuk menunjang
cara pengajaran seperti itu. Hal ini dikarenakan komputer memiliki beberapa
karakteristik, antara lain :
a.
Komputer
dapat digunakan dimana saja dan kapan saja
b.
Dapat
dipakai dalam proses belajar mengajar baik secara klasikal maupun individual
c.
Mudah
dan murah pembuatannya
d.
Komputer
dapat memvisualisasikan fenomena alam seperti proses aslinya
e.
Komputer
mampu melakukan simulasi, perhitungan dan bahkan data untuk digunakan kapan
saja
f. Secara spesifik,
penggunaan komputer sebagai media bantu belajar mengajar
MIPA memiliki
beberapa tujuan, antara lain :
a.
Pelajar
lebih mudah memahami kondep-konsep yang diajarkan. Kemampuan pelajar dalam hal
aplikasi, analisis dan sintesis dapat terus dibina.
b.
Pelajar
lebih berminat dan giat mempelajari MIPA
c.
Mengurangi
terjadinya salah konsep dan verbalisasi, misalnya menghafal
d.
Memotivasi
guru untuk mengembangkan pengetahuan dan profesinya
Namun, meskipun banyak keuntungan yang bisa diperoleh, upaya
komputerisasi media pendidikan benyak menemui hambatan. Hal ini disebabkan oleh
sedikitnya guru yang mau dan mampu menyusun sebuah aplikasi presentasi atau
program pembelajaran. Selain itu sedikitnya pengetahuan guru tentang
pemrograman dan kurang tersedianya perangkat lunak pembelajaran juga menjadi
kendala yang perlu segera diatasi. Pada dasarnya, banyak guru yang telah mampu
mengoperasionalkan komputer. Namun patut disayangkan penggunaan komputer masih
sebatas sebagai sarana bantu administratif dan bukan untuk keperluan belajar
yang menjadi tugas utamanya.
Permasalahan ini sudah dijawab oleh sebagian besar perguruan
tinggi yang menyiapkan tenaga pengajar yang handal dalam mengoperasikan
komputer. Pada Fakultas MIPA UNY di Yogyakarta misalnya para mahasiswa sudah
dibekali dengan kemampuan untuk merancang sebuah program aplikasi komputer.
Mislnya pada Jurusan Pendidikan Fisika mahasiswa disiapkan untuk mampu membuat
visualisasi beberapa fenomena fisika, misalnya gerak atau kesetimbangan.
b.
Program Akselerasi
Akselerasi berarti percepatan. Penerapan program akselerasi
di sekolah merupakan sebuah inovasi tersendiri dalam bidang pendidikan. Program
akselerasi memiliki beberapa kekhasan yang ditandai dengan adanya saling
pemahaman antara dua belah pihak, yaitu pihak guru dan pelajar. Kesepakatan
bersama harus sejalan dan saling disadari oleh guru dan pelajar karena keduanya
adalah bagian penting dalam sebuah sistem pendidikan.
Sebagai produk baru pada jenjang pendidikan menengah dasar
dan menengah program akselerasi pada SD, SLTP dan SMU dirintis oleh sekolah di
Jakarta dan Yogyakarta (Nursito, 2001). Di Yogyakarta tahun 2003 merupakan
tahun kedua pelaksanaan program percepatan yang dilaksanakan di SMU 1, SMU 3
dan SMU 8, sedang di Jakarta sudah dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya.
Pelaksanaan program akselerasi masi tetap mengacu pada kurikulum 1994. Bila
kurikulum mutakhir ini dikurangi bebannya (dari 42 jam tatap muka menjadi 36
jam), jelas beban dan pelaksanaan program akselerasi menjadi ringan.
Program akselerasi merupakan upaya untuk peningkatan mutu
pendidikan dengan mewadahi kemampuan pelajar yang memiliki kemampuan yang
lebih. Penerapan program akselerasi adalah salah satu contoh bahwa dunia
pendidikan mulai berbenah dalam menghadapi tuntutan zaman dengan terus menerus
berinovasi.
1.
Pemanfaatan Internet dalam Pendidikan
Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang
pendidikan. Internet di Amerika mulai tumbuh dari lingkungan akademis (NSFNET).
Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh di lingkungan akademis. Adanya
Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap
sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu
sumber informasi yang mahal harganya. Adanya Internet memungkinkan seseorang di
Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses
perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya
menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS), aplikasi telnet (seperti pada
aplikasi hytelnet) atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer).
Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir.
Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui
Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan
waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.
Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang
letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu,
seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk
mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah
dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling
tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan
mekanisme file sharring. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Irian dapat
berdiskusi masalah kedokteran dengan seoran pakar di universitas terkemuka di
pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen
yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi
masalah lagi.
Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang
penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil
penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama
sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.
Distance learning dan virtual university merupakan sebuah
aplikasi baru bagi Internet. Bahkan tak kurang pakar ekonomi Peter Drucker
mengatakan bahwa “Triggered by the Internet, continuing adult education may wll
become our greatest growth industry”. Virtual university memiliki karakteristik
yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang
banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang
dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50
orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja.
Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas
sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai
infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi
bidang pendidikan di Indonesia:
o
Akses
ke perpustakaan;
o
Akses
ke pakar;
o
Menyediakan
fasilitas kerjasama.
Inisiaif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di bidang
pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang
sekarang sedang giat kami lakukan adalah program “Sekolah 2000”, dimana
ditargetkan sejumlah sekolah (khususnya SMU dan SMK) terhubung ke Internet pada
tahun 2000 ini. Inisiatif pemanfaatan internet sebagai upaya pemanfaatan
inovasi dan teknologi di bidang pendidikan perlu mendapat dukungan dari bangas
Indonesia.
2.
Penerapan Teori Belajar Kuantum
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, bangsa Indonesia berada
dalam suatu era dimana hampir seluruh informasi dapat disajikan
seketika dalam berbagai bentuk melalui sebuah jaringan belajar global, suatu
abad dimana teknologi informasi telah melahirkan ekonomi baru. Gelombang
perubahan yang mengguncangkan ini memaksa kita untuk memikirkan kembali segala
sesuatu yang selama ini kita pahami tentang pembelajaran, pendidikan,
persekolahan, bisnis, ekonomi, dan pemerintahan dimana negara-negara berkembang
memungkinkan melompati revolusi industri dan segera memasuki era informasi dan
inovasi.
Kekuatan atau kompetensi dari suatu organisasi akan lebih
ditentukan oleh intangible asset berupa sumber daya manusia yang berkemampuan
serta organisasi pembelajar untuk dapat bersaing pada masa yang akan
datang. Dengan berkembangnya teknologi informasi dunia ini penuh
dengan limpahan pengetahuan yang luar biasa tinggal mampukah mengambil
kesempatan tersebut untuk mengembangkan kompetensi diri kita sebagai individu
maupun organisasi.
Quantum Learning merupakan metoda pengajaran maupun
pelatihan yang baru yang menggunakan metodologi berdasarkan teori-teori
pendidikan seperti Accelerated Learning (Lozanov), Multiple Intelligences
(Gardner), Neuro Linguistic Programming atau NLP (Grinder & Bandler),
Experential Learning (Hahn), Socratic Inquiry, Cooperative Learning (Johnson
& Johnson) dan Elements of Effective Instruction (Hunter) menjadi sebuah
paket multisensori, multi kecerdasan dan kompatibel dengan cara bekerja otak
yang mampu meningkatkan kemampuan dan kecepatan belajar. Metodologi ini
dibangun berdasarkan pengalaman delapan belas tahun.
Percepatan belajar (accelerated learning) dikembangkan
untuk menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah
dengan secara sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling,
menyusun bahan pengajaran yang sesuai, cara
efektif penyajian, modalitas belajar serta keterlibatan aktif dari peserta.
Konsep kunci dalam Quantum Learning adalah sintesis dari berbagai
teori dan strategi belajar yang digunakan antara lain :
a. Teori otak kanan / kiri
b. Teori otak triune (3 in 1)
c. Pilihan modalitas (visual,
auditorial dan kinestetik)
d. Teori kecerdasan ganda
e. Pendidikan holistic (menyeluruh)
f. Belajar berdasarkan pengalaman
g. Belajar dengan symbol (metaphoric
learning)
h. Simulasi / permainan
i. Peta Pikiran (mind mapping)
Perubahan paradigma
dalam model Quantum Learning dilandaskan pada asumsi dasar bahwa :
a. Setiap orang adalah guru dan
sekaligus murid sehingga seorang trainer lebih bersifat sebagai fasilitator
b. Bagi kebanyakan orang belajar akan
sangat efektif jika dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, lingkungan dan
suasana yang tidak terlalu formal, penataan duduk setengah melingkar tanpa
meja, penataan sinar atau cahoya yang baik sehingga peserta merasa santai dan
relak.
c. Setiap orang mempunyai gaya belajar,
bekerja dan berpikir yang unik dan berbeda yang merupakan pembawaan alamiah
sehingga kita tidak perlu merubahnya dengan demikian perasaan nyaman dan
positif akan terbentuk dalam menerima informasi atau materi yang diberikan oleh
fasilitator.
d. Modul pelajaran tidak harus rumit
tapi harus dapat disajikan dalam bentuk sederhana dan lebih banyak kesuatu
kasus nyata atau aplikasi langsung.
e. Dalam menyerap
dan mengolah informasi otak menguraikannya
dalam bentuk simbol atau asosiatip sehingga materi akan lebih mudah dicerna
bila lebih banyak disajikan dalam bentuk gambar, diagram, flow atau simbol.
f. Kunci menuju kesuksesan model
quantum learning adalah latar belakang (background) musik yang telah terbukti
memberikan pengaruh positip dalam proses pembelajaran
g. Metoda peran dimana peserta berperan
lebih aktif dalam membahas materi sesuai dengan pengalamannya melalui
pendekatan terbalik yaitu membuot belajar serupa bekerja (pembelajaran orang
dewasa)
Tahapan awal aplikasi
metoda belajar Quantum Learning
a. Melakukan pengkajian yang lebih
mendalam mengenai metoda belajar dengan Quantum Learning
b. Bekerja sama atau kolaborasi dalam
mengembangkan metode tersebut dengan pihak luar yang mempunyai basis psikologi
dalam metoda pendidikan
c. Mengundang pihak luar yang kompeten
dalam pengembangan metoda tersebut
d. Bilamana diperlukan mengundang Bobbi
DePorter yang telah mengemas dan mengembangkan gagasan Quantum Learning
e. Mengadakan uji coba aplikasi metoda
tersebut untuk materi manajemen (non vocational) dan melakukan questioner untuk
pengembangan lebih lanjut apabila hasilnya positip.
f. Menyiapkan sarana
belajar Quantum Learning sesuai perkembangan yang ada
g. Sosialisasi pada diklat-diklat di
lingkungan Jasdik untuk mengembangkan metoda tersebut
h. Melakukan review pada
modul-modul yang telah ada berdasarkan sistimatika dan metodologi Quantum
Learning
i. Membentuk team yang sepenuhnya di
sponsori dan di back-up oleh manajemen karena sifatnya yang eksperimental dalam
mengembangkan inovasi yang baru tersebut (re-energize).
j. Penyiapan media pendidikan seperti
Note Book, Proyektor, OHP, Flip Chart, Sound System Portable baik untuk
kegiatan internal maupun presentasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar