Contoh 5 Kebiasaan Disekitar Kita dan Solusinya
1. Datang terlambat
Tepat waktu bisa jadi cerminan profesionalisme seseorang dan
membuat kesan pertama positif. Sayangnya, di zaman sekarang ini, cukup banyak
orang yang menyepelekan masalah waktu ini dan selalu saja datang terlambat ke
kantor.
Apakah Anda termasuk yang punya masalah selalu datang
terlambat? Di awal tahun ini, saat yang tepat untuk mengubah kebiasaan buruk
tersebut. Sudah waktunya Anda belajar untuk datang tepat waktu.
Langkah pertama yang penting harus dilakukan adalah
mengidentifikasi penyebab Anda datang terlambat. Dengan begitu Anda akan lebih
mudah untuk tahu apa yang harus diubah. Seperti dilansir Savvy Sugar, berikut
ini lima alasan yang menjadi penyebab orang selalu terlambat dan cara
mengatasinya:
1. Masalah pada alarm
Terkadang alarm menjadi penyebab Anda telat bangun. Baik alarm tidak berbunyi atau bisa juga karena salah mengatur waktu pada alarm tersebut. Ketika alarm ini jadi masalah, alhasil waktu untuk bersiap-siap ke kantor pun menjadi lebih sedikit. Untuk mengatasi masalah tersebut, cobalah meletakkan alarm jauh dari tempat tidur, dengan begitu untuk mematikan alarm tersebut di pagi harinya, Anda terpaksa harus bangun dan berjalan.
Solusi : Pastikan juga untuk tidur selama tujuh sampai dengan delapan jam setiap malamnya. Hal ini penting karena dengan cukup tidur dapat membuat Anda menjadi sehat.
2. Terlalu lama bersiap-siap
Bersiap pergi ke kantor juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Terlalu lama bersiap ke kantor dapat menyebabkan Anda terlambat. Mencari dompet, kunci mobil, memilih baju kerja apa yang akan dipakai, dapat membuat perjalanan ke kantor tertunda.
Terkadang alarm menjadi penyebab Anda telat bangun. Baik alarm tidak berbunyi atau bisa juga karena salah mengatur waktu pada alarm tersebut. Ketika alarm ini jadi masalah, alhasil waktu untuk bersiap-siap ke kantor pun menjadi lebih sedikit. Untuk mengatasi masalah tersebut, cobalah meletakkan alarm jauh dari tempat tidur, dengan begitu untuk mematikan alarm tersebut di pagi harinya, Anda terpaksa harus bangun dan berjalan.
Solusi : Pastikan juga untuk tidur selama tujuh sampai dengan delapan jam setiap malamnya. Hal ini penting karena dengan cukup tidur dapat membuat Anda menjadi sehat.
2. Terlalu lama bersiap-siap
Bersiap pergi ke kantor juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Terlalu lama bersiap ke kantor dapat menyebabkan Anda terlambat. Mencari dompet, kunci mobil, memilih baju kerja apa yang akan dipakai, dapat membuat perjalanan ke kantor tertunda.
Solusi : Untuk
mengatasi hal tersebut, sebaiknya Anda sudah mempersiapkannya sejak malam hari
sebelum tidur. Sehingga waktu yang digunakan untuk bersiap-siap lebih sedikit
dan tidak perlu terlambat untuk datang ke kantor.
3. Menerima telepon dan email
Jangan biarkan pembicaraan ditelepon yang terlalu lama membuat Anda lupa waktu sehingga kesiangan untuk pergi ke kantor. Jika telepon berdering, sebaiknya jawab panggilan tersebut dengan cepat. Kemudian meminta si penelepon untuk menghubungi kembali setelah Anda sudah sampai di kantor.
Solusi : Apabila secara mendadak menerima email yang memerlukan jawaban secepatnya, ada baiknya jika membalasnya secepat mungkin dan kemudian langsung matikan laptop Anda tanpa harus mengecek terlebih dahulu akun Facebook, Twitter, dan lain-lainnya.
4. Mengutak-atik ponsel
Godaan untuk mengutak-atik telepon genggam dan mengecek apakah ada BBM atau SMS yang masuk, kemudian melihat Twitter, Facebook dan sebagainya juga memakan waktu yang dapat menyebabkan Anda terlambat.
3. Menerima telepon dan email
Jangan biarkan pembicaraan ditelepon yang terlalu lama membuat Anda lupa waktu sehingga kesiangan untuk pergi ke kantor. Jika telepon berdering, sebaiknya jawab panggilan tersebut dengan cepat. Kemudian meminta si penelepon untuk menghubungi kembali setelah Anda sudah sampai di kantor.
Solusi : Apabila secara mendadak menerima email yang memerlukan jawaban secepatnya, ada baiknya jika membalasnya secepat mungkin dan kemudian langsung matikan laptop Anda tanpa harus mengecek terlebih dahulu akun Facebook, Twitter, dan lain-lainnya.
4. Mengutak-atik ponsel
Godaan untuk mengutak-atik telepon genggam dan mengecek apakah ada BBM atau SMS yang masuk, kemudian melihat Twitter, Facebook dan sebagainya juga memakan waktu yang dapat menyebabkan Anda terlambat.
Solusi : Ada baiknya jika fokus terlebih dahulu untuk bersiap
pergi ke kantor. Anda juga bisa mengutak atik ponsel di sela-sela waktu saat
sudah berada di kantor.
5. Rute perjalanan
Jangan pernah meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tempat kerja. Mungkin Anda mengira hanya perlu waktu satu jam untuk sampai ke kantor. Padahal, jika dihitung dengan perjalanan yang macet, jadwal angkutan umum yang tak tentu maupun kejadian tak terduga lainnya, waktu yang dibutuhkan menjadi bertambah.
Solusi : Apabila Anda menaiki angkutan umum dan melihat bahwa sudah tertinggal dengan angkutan umum tersebut, sebaiknya mencari alternatif lainnya misalnya naik taksi atau ojek. Jika Anda menaiki kendaraan pribadi dan terjebak di jalanan yang macet, usahakan untuk mencari jalan keluar dengan menggunakan rute lainnya.
5. Rute perjalanan
Jangan pernah meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tempat kerja. Mungkin Anda mengira hanya perlu waktu satu jam untuk sampai ke kantor. Padahal, jika dihitung dengan perjalanan yang macet, jadwal angkutan umum yang tak tentu maupun kejadian tak terduga lainnya, waktu yang dibutuhkan menjadi bertambah.
Solusi : Apabila Anda menaiki angkutan umum dan melihat bahwa sudah tertinggal dengan angkutan umum tersebut, sebaiknya mencari alternatif lainnya misalnya naik taksi atau ojek. Jika Anda menaiki kendaraan pribadi dan terjebak di jalanan yang macet, usahakan untuk mencari jalan keluar dengan menggunakan rute lainnya.
2. Berbicara kasar
Pada umumnya, anak usia prasekolah belum memahami benar arti
kata yang ia ucapkan. Anak juga belum memahami apakah kata-kata itu pantas atau
tidak pantas untuk diucapkan. Ketika anak mengatakan kata kasar atau kotor,
bukan bermaksud memaki, tetapi semata-mata hanya sekadar meniru.
Psikolog, Maesera Idul Adha, Psi dari RS Fatmawati Jakarta
mengatakan perilaku suka meniru melekat pada anak usia prasekolah. Apa yang
dilihat atau didengar di lingkungannya akan ditiru anak. Begitu ada sesuatu
yang baru di lingkungan, termasuk kata kasar atau jorok, akan cepat
diadposinya. Kemampuan anak prasekolah memelajari hal baru berkembang dengan
pesar. Anak begitu bersemangat mengekplorasi berbagai hal di lingkungan.
Tentunya orangtua tak boleh berdiam diri. Orangtua perlu
meluruskan sikap atau perilaku anak agar tidak menimbulkan hal negatif lain.
Apalagi jika anak menganggap, mengucapkan kata kasar dan kotor adalah hal biasa
saja. Berikut langkah bijak yang bisa diambil para orangtua untuk mengatasinya:
1. Awasi dan dampingi anak saat bermain.
Boleh saja menghindari lingkungan yang "mengesahkan
budaya" mengucap kata-kata yang tak pantas. Namun Anda tak bisa terus
menerus "mensterilkan" lingkungan anak. Lambat laun akan ada pengaruh
dari lingkungan luar yang tidak sesuai dengan nilai positif yang ditanamkan di
rumah.Sulit untuk mencegah hal ini terjadi.
Yang bisa Anda lakukan adalah, dengan sabar dan telaten
menjelaskan kepada anak bahwa
kata-kata kasar dan kotor itu tidak pantas untuk diucapkan.
kata-kata kasar dan kotor itu tidak pantas untuk diucapkan.
2. Tak perlu marah.
Berusahalah bersikap wajar dan tidak memarahi anak. Jangan
mendramatisasi keadaan. Kemarahan terkadang justru membingungkan anak dan bukan
menjadi cara efektif untuk mencegah anak tidak mengucapkan kembali kata kasar
dan jorok tersebut.
Dalam beberapa kasus, anak yang kurang mendapat perhatian,
justru akan mengulangi hal yang tidak disukai orangtua agar ia dimarahi.
Baginya, dimarahi orangtua menjadi salah satu bentuk perhatian.
3. Jelaskan arti katanya.
Coba tanyakan pada anak apa maksudnya mengucapkan kata
tersebut. Mungkin ia tak bisa menjelaskannya. Artinya ia memang tidak paham apa
arti kata kasar dan jorok tersebut, dan belum sadar kalau kata-kata itu dapat menyakiti
orang lain.
Tugas orangtua adalah menggali pemahaman anak mengenai kata
tersebut dan mencari tahu alasan ia melontarkannya, lalu meluruskan perilaku
yang tak pantas tersebut.
4. Bimbing dan arahkan.
Jangan mudah menyerah jika anak sudah dinasihati, namun tetap
mengulang kata-kata tak pantas itu.
Tugas orangtua adalah membimbing dan mengarahkan buah hati
secara terus menerus.
5. Buat kesepakatan.
Bila anak masih saja mengulangi kata kasar dan kotor, meski
sudah dinasihati berulang kali, buatlah kesepakatan. Berikan hukuman yang
disepakati bersama, namun jangan memberikan hukuman fisik.
Bentuk hukuman yang disarankan bagi anak usia prasekolah
adalah time-out. Anak diminta duduk diam di pojok ruangan selama tiga menit
atau tegaskan bahwa Anda tidak mau berbicara dengan anak selama tiga menit.
6. Jeli mencari penyebabnya.
Orangtua harus jeli mencari penyebab anak makin senang
menggunakan kata kasar dan jorok. Apakah tiap kali ia berucap kata kasar, lalu
ditertawakan oleh orang lain di rumah? Kalau memang demikian, beri pengertian
kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak memberikan respons positif bila
anak melontarkan kata-kata yang kurang pantas.
Minta mereka untuk tidak menganggap lucu kata-kata itu.
Tekankan, jika anak mulai berkata kasar, jangan pedulikan, pura-pura tidak
tahu. Umumnya anak akan segera menghentikan kebiasaan buruknya karena ia tahu
tidak sukses mendapat perhatian dari perilaku tersebut.
3. Bergosip
Siapa yang
tidak suka bergosip? Mulai dari ibu-ibu rumah tangga, bapak-bapak di kedai
kopi, orang-orang di kantor, guru-guru di sekolah, mahasiswa-mahasiswi di
kampus, anak sekolahan, bahkan anak-anak TK pun sudah ada yang suka bergosip.
Aku baru menyadari hal ini ketika keponakanku menceritakan tentang perilaku
teman-temannya di sekolah. Bahkan, beberapa orang di gereja pun turut ambil
bagian dalam aktivitas ini. Tidak heran jika program gosip dengan berbagai nama
dipertontonkan di layar televisi mulai dari pagi sampai sore.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, gosip adalah “obrolan tentang orang-orang lain;
cerita negatif tentang seseorang; pergunjingan”. Orang yang suka menggosip
disebut sebagai penggosip. Jadi, jika mengacu kepada definisi KBBI, mungkin
kita dapat menemukan banyak penggosip yang ada di sekitar kita. Atau
jangan-jangan kita juga adalah seorang di antaranya?
Bergosip
mungkin adalah hal yang sangat menyenangkan bagi kita. Bahkan ada perkataan
yang mengatakan, “makin digosok, makin sip!” Namun, tentunya kita tahu bahwa
kebiasaan bergosip ini tidaklah baik. Masalahnya, meskipun kita tahu bahwa
bergosip itu tidak baik, kadang kita sulit untuk melepaskan kebiasaan buruk
ini. Oleh karena itu, saat ini aku ingin membagikan 5 tips yang menurutku efektif
untuk membantuku menghentikan kebiasaan bergosip.
1. Berpikir sebelum berkata-kata
Kita dapat mulai belajar berhenti bergosip dengan
belajar berpikir sebelum berkata-kata. Jangan terlalu cepat mengatakan sesuatu.
Sebelum kita katakan, kita dapat pikirkan dulu baik-baik, apakah perkataan yang
kita akan katakan ini adalah perkataan yang membangun.
Lidah kita yang kita gunakan untuk berbicara ini,
meskipun kecil namun dapat mematikan. Tentang lidah, Tuhan telah memberi kita
peringatan dalam Yakobus 3:5, “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota
kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah,
betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”
Ingatkah kamu dengan lagu sekolah minggu “Hati-Hati
Gunakan Mulutmu”? Atau pernahkah kamu mendengar pepatah yang mengatakan bahwa
“fitnah (gosip) lebih kejam dari pembunuhan”? Lidah yang tidak dikendalikan
dengan baik adalah awal mula dari gosip. Jadi, yuk mulai sekarang kita lebih
hati-hati menggunakan lidah kita.
2. Alihkan gosip ke percakapan
positif
Ketika kita diajak bergosip, kita dapat mengalihkan
pembicaraan ke percakapan yang positif. Memang tidak mudah, apalagi ketika
berkumpul dengan teman-teman yang suka bergosip. Tapi ini tidak mustahil.
Ketika percakapan sudah mulai mengarah kepada gosip,
kita bisa mengambil peran untuk mengalihkan perbincangan. Misalnya membahas
tentang buku, film, destinasi wisata yang baru, atau topik-topik lain yang
membuat percakapan menjadi lebih positif. Ingatlah apa yang Paulus katakan
dalam Efesus 4:29, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi
pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang
mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
3. Menghindar dari percakapan gosip
Aku teringat ketika masih kuliah, setiap kali aku
janjian kerja kelompok dengan teman-teman cewek akan berujung dengan “ngobrol”.
Apapun dibicarakan, mulai dari menggosipkan teman-teman kampus sampai kepada
artis-artis yang bahkan kami tidak kenal sedikitpun. Dalam situasi seperti itu,
kita dapat menghindar agar tidak jatuh dalam pencobaan untuk ikut-ikutan
bergosip. Ini menjadi kesempatan kita untuk bersaksi dan memancarkan terang
kita. Jika memungkinkan, kita juga dapat menegur teman-teman kita yang bergosip.
Tentunya menegurnya di dalam kasih, ya.
4. Belajar untuk mengasihi
Saat kita tidak mengasihi seseorang, sangatlah mudah
bagi kita untuk melihat dan membicarakan kelemahannya. Namun, jika kita
menyadari bahwa kita tidaklah sempurna (tidak ada manusia yang sempurna), namun
kita begitu dikasihi Tuhan, kita akan lebih mudah mengasihi orang lain. Ketika
kita mengasihi seseorang, tentunya kita tidak akan menggosipkannya. Jadi, kita
dapat belajar berhenti bergosip dengan belajar mengasihi sesama kita, seperti apa
yang diperintahkan Tuhan dalam Matius 22:39b, “Kasihilah sesamamu manusia
seperti dirimu sendiri.”
5. Menjaga hubungan pribadi dengan
Tuhan
Seberapa dekat hubungan pribadi kita dengan Allah akan
memberikan kita kepekaan untuk berhenti bergosip. Setiap kali Iblis mencoba
untuk menggoda kita bergosip dan berbuat dosa, Roh Kudus akan mengingatkan kita
untuk tidak jatuh dalam godaan itu. Tetaplah jaga hubungan yang akrab dengan
Allah agar kita dapat lebih peka akan suara Roh Kudus di dalam hati kita.
4. Tidak Tertib
Salah satu contoh dari masalah sosial ialah tidak bisa
antri dengan tertib. Kita tau bahwa dinegara kita yang cukup luas ini pasti
banyak karakteristik serta sifat orang yang berbeda-beda tentu saja seperti
budaya mengantri ini. Banyak orang yang cukup sabar untuk mengantri namun ada
juga yang tidak sedikit yang memiliki tingkat kesabaran yang rendah, biasanya
orang yang tidak cukup sabar mereka menghadapi :
- Dikejar
waktu,
- Ingin
cepat selesai,
- Egois,
- Ataupun
tidak sabar.
Mungkin penyebab yang telah disebutkan tidak terlalu
banyak, namun hal tersebut yang paling sering menjadi tidak sabar dalam
mengantri.
Kita tau
bahwa kadang mengantri lebih lama, namun biasanya hal tersebut terjadi apabila
banyak orang yang tidak sabar akibatnya yang dengan sabar mengantri pun ikut
menyerobos antrian.
Contohnya saja. Ketika sedang mengantri untuk membeli
barang yang baru saja dipasarkan ataupun membeli makanan ditoko yang populer
dan menyediakan menu yang terbatas, pastinya sebagian orang akan rela membeli
barang tersebut walau mengorbankan waktu untuk mengantri, namun kadang hal yang
membuat orang yang mengantri dengan sabar menjadi kesal jika ada saja orang
yang dengan bebasnya masuk ke antrian yang terdepan padahal orang tersebut baru
saja datang. Tentunya orang yang mengantri dengan sabar tersebut akan kesal.
Kadang mereka akan menegur orang tersebut ataupun membiarkannya. Nah, jika
menegur orang tersebut merupakan hal yang baik, namun jika membiarkannya
mungkin orang yang berada dibelakang orang yang antriannya diambil memiliki
kesabaran yang tinggi. Tapi, tak jarang orang yang ditegur tersebut akan
marah-marah serta mengatakan alasan-alasan orang tersebut kenapa ia tidak
mengantri.
Contoh
tersebut mungkin pernah kita alami sendiri ataupun kita sendiri yang menjadi
orang yang tidak mengantri tersebut.
Akibatnyapun
mungkin tidak banyak, namun akan membuat orang lain akan merasa marah karena:
- Mereka
kesal karena sudah cukup sabar, namun tiba-tiba saja ada orang yang tidak
sabar langsung mengambil antriannya,
- Terjadi
keributan, terutama sang pelaku tetap tidak mau pindah walaupun ia telah
ditegur beberapa kali,
- Sang
pelaku pastilah akan malu apalagi jika yang menegur tersebut mengeluarkan
teguran secara keras, suara yang lantang serta menghina orang yang tidak
mengantri tersebut,
- Kadang
akan antrian tersebut akan menjadi berdesakan jika tidak rapi dan pastinya
akan membuat hawa terasa lebih panas.
Solusi untuk masalah dari budaya tidak mengantri ini mungkin tidak banyak yaitu:
- Sebagai
orang yang sedang mengantri, namun antriannya diambil orang lain sebaiknya
tegurlah orang tersebut dengan baik, agar orang tersebut dapat mengerti.
Jangan menegur mereka dengan kasar, karena bisa saja orang tersebut malah
akan marah ataupun tetap diam karena mereka juga kesal,
- Sebagai
orang yang mengambil antrian orang lain sebaiknya usahakan lebih sabar
dalam mengantri.
5. Buang Sampah sembarangan
Ada beberapa
alasan mengapa manusia tidak mau melakukan suatu hal. salah satunya adalah dia
tidak mengetahui dampak yang akan dia rasakan jika melakukan hal tersebut.
Kita tau
bahwa di indonesia pendidikan masih menjadi sebuah masalah tersendiri. masih
banyak masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. hal
ini berdampak juga kepada pola fikir masyarakat indonesia yang cenderung hanya
memiliki pola fikir jangka pendek.belum lagi ditambah dengan taraf hidup
masyarakat indonesia yagn masih rendah sehingga apa yang dipikirkan oleh
masyarakat kebanyakan baru sebatas bagaimana kebutuhan primer merka dapat
terpenuhi.
sementara,
masalah membuang sampah pada tempatnya merupakan suatu kegiatan yang dampaknya
tidak dapat langsung dirasakan dalam jangka waktu yang singkat, dan tidak mudah
dirasakan dampaknya jika hanya sendiri yang melakukan, serta bukan suatu
kebutuhan primer manusia. karena hal itu lah kenapa masyarakat indonesia amsih
sulit untuk membuang sampah pada tempatnya.
Solusi yang
dapat dilakukan adalah:
1. Siapkan kantong sampah pribadi
Kamu yang cinta lingkungan dan ingin mulai melakukan satu perubahan, bisa dimulai dengan membawa kantong sampah pribadi. Membawa kantong belanjaan sendiri itu sudah biasa, tetapi membawa kantong sampah pribadi kemana-mana, baru itu keren.
Sampah-sampah kecil yang traveler hasilkan masukkan saja ke dalam kantong sampah pribadi yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Baru ketika jumpa dengan tempat sampah besar, kamu bisa membuang sampah-sampah pribadi traveler ke dalamnya.
2. Tanamkan budaya tertib
Mulai dari sekarang, traveler harus menanamkan dalam benak diri sendiri, bahwa budaya tertib membuang sampah itu adalah hal yang baik dan harus dijadikan budaya serta kebiasaan sehari-hari.
Setiap kali melihat sampah tergeletak di jalan, sudah seharusnya traveler langsung memungutnya dan menaruhnya ke dalam tempat sampah. Itu baru namanya tertib dan cinta lingkungan
3. Buang sampah sembarangan itu nggak keren
Tanamkan juga di dalam pikiran, bahwa buang sampah sembarangan itu sama sekali nggak keren. Sudah bikin kotor, dan bisa mengakibatkan banyak masalah, dari polusi, bau sampai banjir.
Yang keren itu, kalau traveler membuang sampah dengan tertib dan tepat di tempatnya. Apalagi kalau traveler berhasil meyakinkan teman-teman di sekitar untuk melakukan hal yang sama.
4. Biasakan tertib buang sampah di rumah
Kebiasaan baik berawal dari rumah, termasuk juga soal membuang sampah. Biasakan membuang sampah di tempatnya saat di rumah. Kalau sudah terbiasa, niscaya kemana-mana traveler akan terbiasa.
5. Tahan diri
Traveler harus menahan diri untuk membuang sampah sembarangan. Usahakan jangan dibiasakan rasa malas, bila tidak melihat tempat sampah, jangan langsung main dibuang saja, simpan dulu sampai melihat tempat sampah dan membuangnya di tempat yang sesuai begitu ada kesempatan.
Kamu yang cinta lingkungan dan ingin mulai melakukan satu perubahan, bisa dimulai dengan membawa kantong sampah pribadi. Membawa kantong belanjaan sendiri itu sudah biasa, tetapi membawa kantong sampah pribadi kemana-mana, baru itu keren.
Sampah-sampah kecil yang traveler hasilkan masukkan saja ke dalam kantong sampah pribadi yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Baru ketika jumpa dengan tempat sampah besar, kamu bisa membuang sampah-sampah pribadi traveler ke dalamnya.
2. Tanamkan budaya tertib
Mulai dari sekarang, traveler harus menanamkan dalam benak diri sendiri, bahwa budaya tertib membuang sampah itu adalah hal yang baik dan harus dijadikan budaya serta kebiasaan sehari-hari.
Setiap kali melihat sampah tergeletak di jalan, sudah seharusnya traveler langsung memungutnya dan menaruhnya ke dalam tempat sampah. Itu baru namanya tertib dan cinta lingkungan
3. Buang sampah sembarangan itu nggak keren
Tanamkan juga di dalam pikiran, bahwa buang sampah sembarangan itu sama sekali nggak keren. Sudah bikin kotor, dan bisa mengakibatkan banyak masalah, dari polusi, bau sampai banjir.
Yang keren itu, kalau traveler membuang sampah dengan tertib dan tepat di tempatnya. Apalagi kalau traveler berhasil meyakinkan teman-teman di sekitar untuk melakukan hal yang sama.
4. Biasakan tertib buang sampah di rumah
Kebiasaan baik berawal dari rumah, termasuk juga soal membuang sampah. Biasakan membuang sampah di tempatnya saat di rumah. Kalau sudah terbiasa, niscaya kemana-mana traveler akan terbiasa.
5. Tahan diri
Traveler harus menahan diri untuk membuang sampah sembarangan. Usahakan jangan dibiasakan rasa malas, bila tidak melihat tempat sampah, jangan langsung main dibuang saja, simpan dulu sampai melihat tempat sampah dan membuangnya di tempat yang sesuai begitu ada kesempatan.
Daftar
Pustaka :
https://wolipop.detik.com/read/2012/01/31/171157/1830685/1133/5-penyebab-anda-selalu-datang-telat--cara-mengatasinya
https://travel.detik.com/travel-tips/d-3576556/tips-agar-diri-sendiri-tidak-buang-sampah-sembarangan