Senin, 15 Oktober 2018

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar


Contoh 5 Kebiasaan Disekitar Kita dan Solusinya

1. Datang terlambat
Tepat waktu bisa jadi cerminan profesionalisme seseorang dan membuat kesan pertama positif. Sayangnya, di zaman sekarang ini, cukup banyak orang yang menyepelekan masalah waktu ini dan selalu saja datang terlambat ke kantor.
Apakah Anda termasuk yang punya masalah selalu datang terlambat? Di awal tahun ini, saat yang tepat untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut. Sudah waktunya Anda belajar untuk datang tepat waktu.
Langkah pertama yang penting harus dilakukan adalah mengidentifikasi penyebab Anda datang terlambat. Dengan begitu Anda akan lebih mudah untuk tahu apa yang harus diubah. Seperti dilansir Savvy Sugar, berikut ini lima alasan yang menjadi penyebab orang selalu terlambat dan cara mengatasinya:

1. Masalah pada alarm

Terkadang alarm menjadi penyebab Anda telat bangun. Baik alarm tidak berbunyi atau bisa juga karena salah mengatur waktu pada alarm tersebut. Ketika alarm ini jadi masalah, alhasil waktu untuk bersiap-siap ke kantor pun menjadi lebih sedikit. Untuk mengatasi masalah tersebut, cobalah meletakkan alarm jauh dari tempat tidur, dengan begitu untuk mematikan alarm tersebut di pagi harinya, Anda terpaksa harus bangun dan berjalan.

Solusi : Pastikan juga untuk tidur selama tujuh sampai dengan delapan jam setiap malamnya. Hal ini penting karena dengan cukup tidur dapat membuat Anda menjadi sehat.

2. Terlalu lama bersiap-siap

Bersiap pergi ke kantor juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Terlalu lama bersiap ke kantor dapat menyebabkan Anda terlambat. Mencari dompet, kunci mobil, memilih baju kerja apa yang akan dipakai, dapat membuat perjalanan ke kantor tertunda.
Solusi : Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya Anda sudah mempersiapkannya sejak malam hari sebelum tidur. Sehingga waktu yang digunakan untuk bersiap-siap lebih sedikit dan tidak perlu terlambat untuk datang ke kantor.

3. Menerima telepon dan email

Jangan biarkan pembicaraan ditelepon yang terlalu lama membuat Anda lupa waktu sehingga kesiangan untuk pergi ke kantor. Jika telepon berdering, sebaiknya jawab panggilan tersebut dengan cepat. Kemudian meminta si penelepon untuk menghubungi kembali setelah Anda sudah sampai di kantor. 

Solusi : Apabila secara mendadak menerima email yang memerlukan jawaban secepatnya, ada baiknya jika membalasnya secepat mungkin dan kemudian langsung matikan laptop Anda tanpa harus mengecek terlebih dahulu akun Facebook, Twitter, dan lain-lainnya.

4. Mengutak-atik ponsel

Godaan untuk mengutak-atik telepon genggam dan mengecek apakah ada BBM atau SMS yang masuk, kemudian melihat Twitter, Facebook dan sebagainya juga memakan waktu yang dapat menyebabkan Anda terlambat.
Solusi : Ada baiknya jika fokus terlebih dahulu untuk bersiap pergi ke kantor. Anda juga bisa mengutak atik ponsel di sela-sela waktu saat sudah berada di kantor.

5. Rute perjalanan

Jangan pernah meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tempat kerja. Mungkin Anda mengira hanya perlu waktu satu jam untuk sampai ke kantor. Padahal, jika dihitung dengan perjalanan yang macet, jadwal angkutan umum yang tak tentu maupun kejadian tak terduga lainnya, waktu yang dibutuhkan menjadi bertambah.

Solusi : Apabila Anda menaiki angkutan umum dan melihat bahwa sudah tertinggal dengan angkutan umum tersebut, sebaiknya mencari alternatif lainnya misalnya naik taksi atau ojek. Jika Anda menaiki kendaraan pribadi dan terjebak di jalanan yang macet, usahakan untuk mencari jalan keluar dengan menggunakan rute lainnya.

2. Berbicara kasar
Pada umumnya, anak usia prasekolah belum memahami benar arti kata yang ia ucapkan. Anak juga belum memahami apakah kata-kata itu pantas atau tidak pantas untuk diucapkan. Ketika anak mengatakan kata kasar atau kotor, bukan bermaksud memaki, tetapi semata-mata hanya sekadar meniru.
Psikolog, Maesera Idul Adha, Psi dari RS Fatmawati Jakarta mengatakan perilaku suka meniru melekat pada anak usia prasekolah. Apa yang dilihat atau didengar di lingkungannya akan ditiru anak. Begitu ada sesuatu yang baru di lingkungan, termasuk kata kasar atau jorok, akan cepat diadposinya. Kemampuan anak prasekolah memelajari hal baru berkembang dengan pesar. Anak begitu bersemangat mengekplorasi berbagai hal di lingkungan.
Tentunya orangtua tak boleh berdiam diri. Orangtua perlu meluruskan sikap atau perilaku anak agar tidak menimbulkan hal negatif lain. Apalagi jika anak menganggap, mengucapkan kata kasar dan kotor adalah hal biasa saja. Berikut langkah bijak yang bisa diambil para orangtua untuk mengatasinya:

1. Awasi dan dampingi anak saat bermain.
Boleh saja menghindari lingkungan yang "mengesahkan budaya" mengucap kata-kata yang tak pantas. Namun Anda tak bisa terus menerus "mensterilkan" lingkungan anak. Lambat laun akan ada pengaruh dari lingkungan luar yang tidak sesuai dengan nilai positif yang ditanamkan di rumah.Sulit untuk mencegah hal ini terjadi.
Yang bisa Anda lakukan adalah, dengan sabar dan telaten menjelaskan kepada anak bahwa 
kata-kata kasar dan kotor itu tidak pantas untuk diucapkan.

2. Tak perlu marah.
Berusahalah bersikap wajar dan tidak memarahi anak. Jangan mendramatisasi keadaan. Kemarahan terkadang justru membingungkan anak dan bukan menjadi cara efektif untuk mencegah anak tidak mengucapkan kembali kata kasar dan jorok tersebut.
Dalam beberapa kasus, anak yang kurang mendapat perhatian, justru akan mengulangi hal yang tidak disukai orangtua agar ia dimarahi. Baginya, dimarahi orangtua menjadi salah satu bentuk perhatian.

3. Jelaskan arti katanya.
Coba tanyakan pada anak apa maksudnya mengucapkan kata tersebut. Mungkin ia tak bisa menjelaskannya. Artinya ia memang tidak paham apa arti kata kasar dan jorok tersebut, dan belum sadar kalau kata-kata itu dapat menyakiti orang lain.
Tugas orangtua adalah menggali pemahaman anak mengenai kata tersebut dan mencari tahu alasan ia melontarkannya, lalu meluruskan perilaku yang tak pantas tersebut.

4. Bimbing dan arahkan.
Jangan mudah menyerah jika anak sudah dinasihati, namun tetap mengulang kata-kata tak pantas itu.
Tugas orangtua adalah membimbing dan mengarahkan buah hati secara terus menerus.

5. Buat kesepakatan.
Bila anak masih saja mengulangi kata kasar dan kotor, meski sudah dinasihati berulang kali, buatlah kesepakatan. Berikan hukuman yang disepakati bersama, namun jangan memberikan hukuman fisik.
Bentuk hukuman yang disarankan bagi anak usia prasekolah adalah time-out. Anak diminta duduk diam di pojok ruangan selama tiga menit atau tegaskan bahwa Anda tidak mau berbicara dengan anak selama tiga menit.

6. Jeli mencari penyebabnya.
Orangtua harus jeli mencari penyebab anak makin senang menggunakan kata kasar dan jorok. Apakah tiap kali ia berucap kata kasar, lalu ditertawakan oleh orang lain di rumah? Kalau memang demikian, beri pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak memberikan respons positif bila anak melontarkan kata-kata yang kurang pantas.
Minta mereka untuk tidak menganggap lucu kata-kata itu. Tekankan, jika anak mulai berkata kasar, jangan pedulikan, pura-pura tidak tahu. Umumnya anak akan segera menghentikan kebiasaan buruknya karena ia tahu tidak sukses mendapat perhatian dari perilaku tersebut.

3. Bergosip
Siapa yang tidak suka bergosip? Mulai dari ibu-ibu rumah tangga, bapak-bapak di kedai kopi, orang-orang di kantor, guru-guru di sekolah, mahasiswa-mahasiswi di kampus, anak sekolahan, bahkan anak-anak TK pun sudah ada yang suka bergosip. Aku baru menyadari hal ini ketika keponakanku menceritakan tentang perilaku teman-temannya di sekolah. Bahkan, beberapa orang di gereja pun turut ambil bagian dalam aktivitas ini. Tidak heran jika program gosip dengan berbagai nama dipertontonkan di layar televisi mulai dari pagi sampai sore.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gosip adalah “obrolan tentang orang-orang lain; cerita negatif tentang seseorang; pergunjingan”. Orang yang suka menggosip disebut sebagai penggosip. Jadi, jika mengacu kepada definisi KBBI, mungkin kita dapat menemukan banyak penggosip yang ada di sekitar kita. Atau jangan-jangan kita juga adalah seorang di antaranya?
Bergosip mungkin adalah hal yang sangat menyenangkan bagi kita. Bahkan ada perkataan yang mengatakan, “makin digosok, makin sip!” Namun, tentunya kita tahu bahwa kebiasaan bergosip ini tidaklah baik. Masalahnya, meskipun kita tahu bahwa bergosip itu tidak baik, kadang kita sulit untuk melepaskan kebiasaan buruk ini. Oleh karena itu, saat ini aku ingin membagikan 5 tips yang menurutku efektif untuk membantuku menghentikan kebiasaan bergosip.
1. Berpikir sebelum berkata-kata
Kita dapat mulai belajar berhenti bergosip dengan belajar berpikir sebelum berkata-kata. Jangan terlalu cepat mengatakan sesuatu. Sebelum kita katakan, kita dapat pikirkan dulu baik-baik, apakah perkataan yang kita akan katakan ini adalah perkataan yang membangun.
Lidah kita yang kita gunakan untuk berbicara ini, meskipun kecil namun dapat mematikan. Tentang lidah, Tuhan telah memberi kita peringatan dalam Yakobus 3:5, “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”
Ingatkah kamu dengan lagu sekolah minggu “Hati-Hati Gunakan Mulutmu”? Atau pernahkah kamu mendengar pepatah yang mengatakan bahwa “fitnah (gosip) lebih kejam dari pembunuhan”? Lidah yang tidak dikendalikan dengan baik adalah awal mula dari gosip. Jadi, yuk mulai sekarang kita lebih hati-hati menggunakan lidah kita.
2. Alihkan gosip ke percakapan positif
Ketika kita diajak bergosip, kita dapat mengalihkan pembicaraan ke percakapan yang positif. Memang tidak mudah, apalagi ketika berkumpul dengan teman-teman yang suka bergosip. Tapi ini tidak mustahil.
Ketika percakapan sudah mulai mengarah kepada gosip, kita bisa mengambil peran untuk mengalihkan perbincangan. Misalnya membahas tentang buku, film, destinasi wisata yang baru, atau topik-topik lain yang membuat percakapan menjadi lebih positif. Ingatlah apa yang Paulus katakan dalam Efesus 4:29, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
3. Menghindar dari percakapan gosip
Aku teringat ketika masih kuliah, setiap kali aku janjian kerja kelompok dengan teman-teman cewek akan berujung dengan “ngobrol”. Apapun dibicarakan, mulai dari menggosipkan teman-teman kampus sampai kepada artis-artis yang bahkan kami tidak kenal sedikitpun. Dalam situasi seperti itu, kita dapat menghindar agar tidak jatuh dalam pencobaan untuk ikut-ikutan bergosip. Ini menjadi kesempatan kita untuk bersaksi dan memancarkan terang kita. Jika memungkinkan, kita juga dapat menegur teman-teman kita yang bergosip. Tentunya menegurnya di dalam kasih, ya.
4. Belajar untuk mengasihi
Saat kita tidak mengasihi seseorang, sangatlah mudah bagi kita untuk melihat dan membicarakan kelemahannya. Namun, jika kita menyadari bahwa kita tidaklah sempurna (tidak ada manusia yang sempurna), namun kita begitu dikasihi Tuhan, kita akan lebih mudah mengasihi orang lain. Ketika kita mengasihi seseorang, tentunya kita tidak akan menggosipkannya. Jadi, kita dapat belajar berhenti bergosip dengan belajar mengasihi sesama kita, seperti apa yang diperintahkan Tuhan dalam Matius 22:39b, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
5. Menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan
Seberapa dekat hubungan pribadi kita dengan Allah akan memberikan kita kepekaan untuk berhenti bergosip. Setiap kali Iblis mencoba untuk menggoda kita bergosip dan berbuat dosa, Roh Kudus akan mengingatkan kita untuk tidak jatuh dalam godaan itu. Tetaplah jaga hubungan yang akrab dengan Allah agar kita dapat lebih peka akan suara Roh Kudus di dalam hati kita.

4. Tidak Tertib
Salah satu contoh dari masalah sosial ialah tidak bisa antri dengan tertib. Kita tau bahwa dinegara kita yang cukup luas ini pasti banyak karakteristik serta sifat orang yang berbeda-beda tentu saja seperti budaya mengantri ini. Banyak orang yang cukup sabar untuk mengantri namun ada juga yang tidak sedikit yang memiliki tingkat kesabaran yang rendah, biasanya orang yang tidak cukup sabar mereka menghadapi :
  • Dikejar waktu,
  • Ingin cepat selesai,
  • Egois,
  • Ataupun tidak sabar.
Mungkin penyebab yang telah disebutkan tidak terlalu banyak, namun hal tersebut yang paling sering menjadi tidak sabar dalam mengantri.
Kita tau bahwa kadang mengantri lebih lama, namun biasanya hal tersebut terjadi apabila banyak orang yang tidak sabar akibatnya yang dengan sabar mengantri pun ikut menyerobos antrian.

Contohnya saja. Ketika sedang mengantri untuk membeli barang yang baru saja dipasarkan ataupun membeli makanan ditoko yang populer dan menyediakan menu yang terbatas, pastinya sebagian orang akan rela membeli barang tersebut walau mengorbankan waktu untuk mengantri, namun kadang hal yang membuat orang yang mengantri dengan sabar menjadi kesal jika ada saja orang yang dengan bebasnya masuk ke antrian yang terdepan padahal orang tersebut baru saja datang. Tentunya orang yang mengantri dengan sabar tersebut akan kesal. Kadang mereka akan menegur orang tersebut ataupun membiarkannya. Nah, jika menegur orang tersebut merupakan hal yang baik, namun jika membiarkannya mungkin orang yang berada dibelakang orang yang antriannya diambil memiliki kesabaran yang tinggi. Tapi, tak jarang orang yang ditegur tersebut akan marah-marah serta mengatakan alasan-alasan orang tersebut kenapa ia tidak mengantri.
Contoh tersebut mungkin pernah kita alami sendiri ataupun kita sendiri yang menjadi orang yang tidak mengantri tersebut.

Akibatnyapun mungkin tidak banyak, namun akan membuat orang lain akan merasa marah karena:
  1. Mereka kesal karena sudah cukup sabar, namun tiba-tiba saja ada orang yang tidak sabar langsung mengambil antriannya,
  2. Terjadi keributan, terutama sang pelaku tetap tidak mau pindah walaupun ia telah ditegur beberapa kali,
  3. Sang pelaku pastilah akan malu apalagi jika yang menegur tersebut mengeluarkan teguran secara keras, suara yang lantang serta menghina orang yang tidak mengantri tersebut,
  4. Kadang akan antrian tersebut akan menjadi berdesakan jika tidak rapi dan pastinya akan membuat hawa terasa lebih panas.

Solusi untuk masalah dari budaya tidak mengantri ini mungkin tidak banyak yaitu:
  1. Sebagai orang yang sedang mengantri, namun antriannya diambil orang lain sebaiknya tegurlah orang tersebut dengan baik, agar orang tersebut dapat mengerti. Jangan menegur mereka dengan kasar, karena bisa saja orang tersebut malah akan marah ataupun tetap diam karena mereka juga kesal,
  2.  Sebagai orang yang mengambil antrian orang lain sebaiknya usahakan lebih sabar dalam mengantri.

5. Buang Sampah sembarangan
Ada beberapa alasan mengapa manusia tidak mau melakukan suatu hal. salah satunya adalah dia tidak mengetahui dampak yang akan dia rasakan jika melakukan hal tersebut.
Kita tau bahwa di indonesia pendidikan masih menjadi sebuah masalah tersendiri. masih banyak masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. hal ini berdampak juga kepada pola fikir masyarakat indonesia yang cenderung hanya memiliki pola fikir jangka pendek.belum lagi ditambah dengan taraf hidup masyarakat indonesia yagn masih rendah sehingga apa yang dipikirkan oleh masyarakat kebanyakan baru sebatas bagaimana kebutuhan primer merka dapat terpenuhi.
sementara, masalah membuang sampah pada tempatnya merupakan suatu kegiatan yang dampaknya tidak dapat langsung dirasakan dalam jangka waktu yang singkat, dan tidak mudah dirasakan dampaknya jika hanya sendiri yang melakukan, serta bukan suatu kebutuhan primer manusia. karena hal itu lah kenapa masyarakat indonesia amsih sulit untuk membuang sampah pada tempatnya.
Solusi yang dapat dilakukan adalah:
1. Siapkan kantong sampah pribadi

Kamu yang cinta lingkungan dan ingin mulai melakukan satu perubahan, bisa dimulai dengan membawa kantong sampah pribadi. Membawa kantong belanjaan sendiri itu sudah biasa, tetapi membawa kantong sampah pribadi kemana-mana, baru itu keren.

Sampah-sampah kecil yang traveler hasilkan masukkan saja ke dalam kantong sampah pribadi yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Baru ketika jumpa dengan tempat sampah besar, kamu bisa membuang sampah-sampah pribadi traveler ke dalamnya.

2. Tanamkan budaya tertib

Mulai dari sekarang, traveler harus menanamkan dalam benak diri sendiri, bahwa budaya tertib membuang sampah itu adalah hal yang baik dan harus dijadikan budaya serta kebiasaan sehari-hari.

Setiap kali melihat sampah tergeletak di jalan, sudah seharusnya traveler langsung memungutnya dan menaruhnya ke dalam tempat sampah. Itu baru namanya tertib dan cinta lingkungan

3. Buang sampah sembarangan itu nggak keren

Tanamkan juga di dalam pikiran, bahwa buang sampah sembarangan itu sama sekali nggak keren. Sudah bikin kotor, dan bisa mengakibatkan banyak masalah, dari polusi, bau sampai banjir.

Yang keren itu, kalau traveler membuang sampah dengan tertib dan tepat di tempatnya. Apalagi kalau traveler berhasil meyakinkan teman-teman di sekitar untuk melakukan hal yang sama.

4. Biasakan tertib buang sampah di rumah

Kebiasaan baik berawal dari rumah, termasuk juga soal membuang sampah. Biasakan membuang sampah di tempatnya saat di rumah. Kalau sudah terbiasa, niscaya kemana-mana traveler akan terbiasa.

5. Tahan diri

Traveler harus menahan diri untuk membuang sampah sembarangan. Usahakan jangan dibiasakan rasa malas, bila tidak melihat tempat sampah, jangan langsung main dibuang saja, simpan dulu sampai melihat tempat sampah dan membuangnya di tempat yang sesuai begitu ada kesempatan.

Daftar Pustaka :
https://wolipop.detik.com/read/2012/01/31/171157/1830685/1133/5-penyebab-anda-selalu-datang-telat--cara-mengatasinya





Tidak ada komentar:

Posting Komentar