Kamis, 08 November 2018

Tugas 2.1 Inovasi SI dan Teknologi Infromasi Modern


     Contoh aplikasi strategis agar sistem informasi modern dapat berkembang cepat


ROBOT MANUSIA

Dengan kecanggihan teknologi, Robot manusia atau Robot Humanoid bisa menjadi trend di masa depan. Robot humanoid adalah robot yang penampilan keseluruhannya dibentuk berdasarkan tubuh manusia, mampu melakukan interaksi dengan peralatan maupun lingkungan yang dibuat-untuk-manusia. Secara umum robot humanoid memiliki tubuh dengan kepala, dua buah lengan dan dua kaki, meskipun ada pula beberapa bentuk robot humanoid yang hanya berupa sebagian dari tubuh manusia, misalnya dari pinggang ke atas. Beberapa robot humanoid juga memiliki 'wajah', lengkap dengan 'mata' dan 'mulut'. Android merupakan robot humanoid yang dibangun untuk secara estetika menyerupai manusia. Dengan kecanggihan Komputer Generasi berikutnya yang menggunakan AI (Artificial Intelligence), bukan tidak mungkin robot manusia pada masa mendatang akan memiliki pikiran dan perasaan sendiri.

Kemunculan Sophia pada rapat PBB Kamis (12/10/17) lalu membawa angin segar di jagat robotik. Sophia bisa disebut sebagai robot manusia ( humanoid) yang mendekati sempurna karena bisa menunjukkan ekspresi layaknya manusia. Banyak yang berpikir bahwa konsep mengenai robot manusia muncul setelah "meledaknya" film karya James Cameroon, Terminator, pada tahun 1984. Namun kenyataannya, ide menciptakan humanoid sudah ada jauh sebelum Masehi. Pada saat itu, tentu saja manusia masih belum membayangkan bagaimana caranya membuat robot yang bisa bergerak seperti halnya manusia.

Automata, humanoid pertama sebelum Masehi
China disebut sebagai tempat pertama yang mencetuskan ide mengenai humanoid. Hal ini diperkuat dengan temuan naskah kuno Taoisme China, Liezi, yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 250 SM. Dalam naskah tersebut, Lie Yukou, filsuf China yang diduga sebagai penulisnya, mendeskripsikan tentang automata. Automata sendiri merupakan sebuah mesin yang dapat bergerak atas kehendak sendiri sesuai dengan gerakan manusia. Dalam Liezi, diceritakan automata adalah sebuah manusia mekanis yang dibuat oleh Yan Shi, seorang insinyur mekanik yang hidup di dinasti Zhou untuk ditunjukkan kepada rajanya.





Perkembangan humanoid setelah Perang Dunia

Setelah perang dunia kedua, teknologi berbasis pemrograman dan kecerdasan buatan berkembang dengan pesat. Hal ini tentunya berdampak besar bagi perkembangan humanoid. Impian manusia untuk menciptakan robot persis manusia semakin menemukan titik terang.

Pada tahun 1973, Profesor Ichiro Kato, seorang ilmuwan Universitas Waseda, Jepang mengembangkan Wabot-1. Wabot-1 mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Selain itu, robot ini juga dapat mengukur jarak dan arah dari obyek menggunakan resptoreksternal telinga dan mata artifisial, dan juga mulut artififial. 16 tahun kemudian, Batelle’s Pacific Northwest Laboratories di Richlandmembangun robot antropomorpik bernama Manny.

Robot antropomorpik merupakan robot dengan konsep kerangka manusia yang dapat bergerak secara dinamis. Tidak seperti robot tradisional yang memerlukan energi dengan menggunakan motor untuk mengontrol setiap gerakan, antropomorpik mampu berjalan sendiri menuruni lereng tanpa memerlukan otot atau motor. Ia hanya perlu bergantung pada gravitasi.


Perkembangan humanoid era Perang Dingin

Jepang mengalami kemajuan pesat dalam penciptaan humanoid di era ini. Pada tahun 1993, untuk pertama kalinya perusahaan eaksasa Honda mengembangkan prototype humanoid yang dikenal dengan P-Series. Dua tahun setelahnya, Universitas Waseda mengembangkan tiga subsistem baru dalam dunia robotik bernama Hadaly. Subsistem tersebut melingkupi sitem kepala-mata, sistem kendali suara, dan kendali gerakan. Sistem ini kemudian diterapkan pada Wabian, humanoid pertama yang dibiarkan berjalan di sekitar kampus Universitas Waseda.

Di tahun 1996, Universitas Tokyo selaku kampus nomor satu di Jepang tidak mau kalah. Mereka mengembangkan Saika, humanoid dengan berat yang lebih ringan dan harga lebih terjangkau. Saika dikembangkan hingga tahun 1998.

Tahun 1997, Universitas Waseda kembali mengembangkan subsistemnya, Haldaly-2. Subsistem ini memungkinkan sebuah robot humanoid yang melakukan komunikasi interaktif dengan manusia. Humanoid tidak hanya mampu berkomunikasi tidak hanya secara lisan, tetapi juga secara fisik.


Perkembangan humanoid era Milenial

Di era milenial, perkembangan humanoid dapat dibilang mendekati sempurna. Selain penemuan di bidang mekanika yang memungkinkan mesin-mesin bergerak lebih dinamis, perkembangan kecerdasan buatan (AI) ikut andil dalam menyempurnakan humanoid. Humanoid pertama dibuat oleh perusahaan raksasa asal Jepang, Honda, dengan humanoid pertamanya yang diberi nama ASIMO. ASIMO merupakan humanoid berbentuk astronot yang mampu berjalan sekitar 30 menit.

Langkah Honda pada awal tahun 2000 tersebut kemudian diikuti oleh robot-robot lain dengan konsep yang sama. Pada tahun 2003, humanoid yang dilengkapi dengan kulit realistik darisilikon dikembangkan oleh Universitas Osaka. Humanoid ini kemudian diberi nama Actroid. Actroid mampu meniru gerakan manusia, seperti berkedip, berbicara, dan bernafas.

Pada 2005, sebuah tim ilmuwan dan insinyur Philiph K. Dick mengembangkan android yang dapat berbicara. Kemampuan android yang diberi nama PKD ini didapat dari pemrograman sekaligus alogaritma unik yang dikembangkan dengan kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya adalah Hanson Robotics Inc, penemu humanoid yang diundang di rapat PBB Kamis (12/10/2017) lalu.

Di tahun yang sama, Mitshubishi Heavy Industries membuat robot domestik jepang yang bernama Wakamaru. Robot ini dibuat terutama ditujukan untuk mendampingi orang tua dan penyandang cacat. Wakamaru mampu memahami 10.000 kata umum untuk kehidupan sehari-hari. Ia juga dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah yang memungkinkannya untuk mengenali dua orang dalam rumah tangga sebagai pemiliknya.

Pada Oktober 2017, masa depan humanoid tampak lebih baik. Hal ini ditandai dengan munculnya sosok Sophia, humanoid pertama dalam rapat PBB. Sophia mampu berbicara, bergerak, dan berinteraksi selayaknya manusia. Perkembangan ini tidak menutup kemungkinan bahwa humanoid akan terus berkembang mendekati manusia di masa depan. Apakah keberadaan humanoid akan membantu kelangsungan hidup manusia? Ataukah malah terjadi sebaliknya? Hanya waktu yang dapat menentukan.


2





Tidak ada komentar:

Posting Komentar