Contoh aplikasi strategis agar sistem informasi modern
dapat berkembang cepat
ROBOT MANUSIA
Dengan
kecanggihan teknologi, Robot manusia atau Robot Humanoid bisa menjadi trend di
masa depan. Robot humanoid adalah robot yang penampilan keseluruhannya
dibentuk berdasarkan tubuh manusia, mampu melakukan interaksi dengan peralatan
maupun lingkungan yang dibuat-untuk-manusia. Secara umum robot humanoid
memiliki tubuh dengan kepala, dua buah lengan dan dua kaki, meskipun ada pula
beberapa bentuk robot humanoid yang hanya berupa sebagian dari tubuh manusia, misalnya
dari pinggang ke atas. Beberapa robot humanoid juga memiliki 'wajah', lengkap
dengan 'mata' dan 'mulut'. Android merupakan robot humanoid yang dibangun untuk
secara estetika menyerupai manusia. Dengan kecanggihan Komputer Generasi
berikutnya yang menggunakan AI (Artificial Intelligence), bukan tidak mungkin
robot manusia pada masa mendatang akan memiliki pikiran dan perasaan sendiri.
Kemunculan Sophia pada rapat PBB
Kamis (12/10/17) lalu membawa angin segar di jagat robotik. Sophia bisa disebut
sebagai robot manusia ( humanoid) yang mendekati sempurna karena bisa
menunjukkan ekspresi layaknya manusia. Banyak yang berpikir bahwa konsep
mengenai robot manusia muncul setelah "meledaknya" film karya James
Cameroon, Terminator, pada tahun 1984. Namun kenyataannya, ide menciptakan
humanoid sudah ada jauh sebelum Masehi. Pada saat itu, tentu saja manusia masih
belum membayangkan bagaimana caranya membuat robot yang bisa bergerak seperti
halnya manusia.
Automata, humanoid pertama sebelum Masehi
Automata, humanoid pertama sebelum Masehi
China disebut sebagai tempat pertama
yang mencetuskan ide mengenai humanoid. Hal ini diperkuat dengan temuan naskah
kuno Taoisme China, Liezi, yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 250 SM.
Dalam naskah tersebut, Lie Yukou, filsuf China yang diduga sebagai penulisnya,
mendeskripsikan tentang automata. Automata sendiri merupakan sebuah mesin yang
dapat bergerak atas kehendak sendiri sesuai dengan gerakan manusia. Dalam
Liezi, diceritakan automata adalah sebuah manusia mekanis yang dibuat oleh Yan
Shi, seorang insinyur mekanik yang hidup di dinasti Zhou untuk ditunjukkan
kepada rajanya.
Perkembangan humanoid setelah Perang Dunia
Setelah
perang dunia kedua, teknologi berbasis pemrograman dan kecerdasan buatan
berkembang dengan pesat. Hal ini tentunya berdampak besar bagi perkembangan
humanoid. Impian manusia untuk menciptakan robot persis manusia semakin
menemukan titik terang.
Pada tahun
1973, Profesor Ichiro Kato, seorang ilmuwan Universitas Waseda, Jepang
mengembangkan Wabot-1. Wabot-1 mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Selain
itu, robot ini juga dapat mengukur jarak dan arah dari obyek menggunakan
resptoreksternal telinga dan mata artifisial, dan juga mulut artififial. 16
tahun kemudian, Batelle’s Pacific Northwest Laboratories di Richlandmembangun
robot antropomorpik bernama Manny.
Robot
antropomorpik merupakan robot dengan konsep kerangka manusia yang dapat
bergerak secara dinamis. Tidak seperti robot tradisional yang memerlukan energi
dengan menggunakan motor untuk mengontrol setiap gerakan, antropomorpik mampu
berjalan sendiri menuruni lereng tanpa memerlukan otot atau motor. Ia hanya
perlu bergantung pada gravitasi.
Perkembangan humanoid era Perang Dingin
Jepang
mengalami kemajuan pesat dalam penciptaan humanoid di era ini. Pada tahun 1993,
untuk pertama kalinya perusahaan eaksasa Honda mengembangkan prototype humanoid
yang dikenal dengan P-Series. Dua tahun setelahnya, Universitas Waseda
mengembangkan tiga subsistem baru dalam dunia robotik bernama Hadaly. Subsistem
tersebut melingkupi sitem kepala-mata, sistem kendali suara, dan kendali
gerakan. Sistem ini kemudian diterapkan pada Wabian, humanoid pertama yang
dibiarkan berjalan di sekitar kampus Universitas Waseda.
Di tahun
1996, Universitas Tokyo selaku kampus nomor satu di Jepang tidak mau kalah.
Mereka mengembangkan Saika, humanoid dengan berat yang lebih ringan dan harga
lebih terjangkau. Saika dikembangkan hingga tahun 1998.
Tahun 1997,
Universitas Waseda kembali mengembangkan subsistemnya, Haldaly-2. Subsistem ini
memungkinkan sebuah robot humanoid yang melakukan komunikasi interaktif dengan
manusia. Humanoid tidak hanya mampu berkomunikasi tidak hanya secara lisan,
tetapi juga secara fisik.

Perkembangan humanoid era Milenial
Di era
milenial, perkembangan humanoid dapat dibilang mendekati sempurna. Selain
penemuan di bidang mekanika yang memungkinkan mesin-mesin bergerak lebih
dinamis, perkembangan kecerdasan buatan (AI) ikut andil dalam menyempurnakan
humanoid. Humanoid pertama dibuat oleh perusahaan raksasa asal Jepang, Honda,
dengan humanoid pertamanya yang diberi nama ASIMO. ASIMO merupakan humanoid
berbentuk astronot yang mampu berjalan sekitar 30 menit.
Langkah
Honda pada awal tahun 2000 tersebut kemudian diikuti oleh robot-robot lain
dengan konsep yang sama. Pada tahun 2003, humanoid yang dilengkapi dengan kulit
realistik darisilikon dikembangkan oleh Universitas Osaka. Humanoid ini
kemudian diberi nama Actroid. Actroid mampu meniru gerakan manusia, seperti
berkedip, berbicara, dan bernafas.
Pada 2005,
sebuah tim ilmuwan dan insinyur Philiph K. Dick mengembangkan android yang
dapat berbicara. Kemampuan android yang diberi nama PKD ini didapat dari
pemrograman sekaligus alogaritma unik yang dikembangkan dengan kolaborasi
berbagai pihak. Salah satunya adalah Hanson Robotics Inc, penemu humanoid yang
diundang di rapat PBB Kamis (12/10/2017) lalu.
Di tahun
yang sama, Mitshubishi Heavy Industries membuat robot domestik jepang yang
bernama Wakamaru. Robot ini dibuat terutama ditujukan untuk mendampingi orang
tua dan penyandang cacat. Wakamaru mampu memahami 10.000 kata umum untuk
kehidupan sehari-hari. Ia juga dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah
yang memungkinkannya untuk mengenali dua orang dalam rumah tangga sebagai
pemiliknya.
Pada Oktober
2017, masa depan humanoid tampak lebih baik. Hal ini ditandai dengan munculnya
sosok Sophia, humanoid pertama dalam rapat PBB. Sophia mampu berbicara,
bergerak, dan berinteraksi selayaknya manusia. Perkembangan ini tidak menutup
kemungkinan bahwa humanoid akan terus berkembang mendekati manusia di masa
depan. Apakah keberadaan humanoid akan membantu kelangsungan hidup manusia?
Ataukah malah terjadi sebaliknya? Hanya waktu yang dapat menentukan.
2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar